RSS

bersiul dimalam hari

Nama: ALmas Rifa’ah
kelas: PAI 1A
NPM: 1441170501089

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Islam sebenarnya tidak membenarkan adanya mitos-mitos yang berada dimasyarakat, bahkan ketika salah mengartikan mitos tersebut akan melenceng pada hal yang berbau musyrik.
Tengah banyak masyarakat yang sudah mempercayai mitos-mitos yang ada sejak dahulu, bahkan mitos-mitos itu kadang dijadikan acuan dan dijadikan sebagai hal yang wajib dituruti ketika sedang dalam keadaan tertentu.
Sebagian orang ada yang berpikiran bahwa orang-orang jaman dahulu banyak orang-orang yang berumur panjang karena masih memakai dan mempercayai mitos-mitos yang ada pada saat itu.
Jaman sekarang yang sudah dipeuhi dengan teknologi ini seharusnya tidak mempercayai hal-hal yang menyangkut mitos karna sebenarnya mitos yang ada itu penjelasan nya tidak dapat dicerna oleh logika.
1.2 Rumusan Masalah
1. Kenapa kita tidak boleh bersiul dimalam hari?
2. Apakah benar bersiul dimalam hari itu tidak baik?
3. Apa akibatnya kalau kita bersiul dimalam hari?
1.3 Tujuan Pembahasan Masalah
a. Untuk mengetahui apakah mitos tidak boleh bersiul dimalam hari itu benar atau tidak.
b. Untuk mengetahui apakah benar-benar ada yang sudah mengalami hal itu.

ARTIKEL
Bersiul dimalam hari
Pada suatu sore setelah solat magrib disebuah pondok pesantren aku dan temanku Ria berbaring iseng sambil bersiul, tanpa di sadari setelah malam menjelang sekitar jam setengah 11 aku dan ria tidak bisa tidur karena banyak tugas yang harus dikerjakan, karna suasana yang sangat sepi jadi suara apapun dan sekecil apaapun akan terdengar sangat jelas. Dan ketika dipertengahan kami mengerjakan tugas tiba-tiba ada suara siulan yang sangat panjang tanpa berhenti pikirku itu siulan nya ria, kataku “Ria jangan bersiul terus sudah malam pamali” dia pun menjawab “siapah yang bersiul aku kira kamu yang bersiul” seketika itupun suasana berubah menjadi sangat mencekam. Ucapku kepada ria “ria itu siapah yang bersiul ditengah malam seperti ini siulannya pun tidak berhenti tanpa nafas” “aku pun tak tahu siulan siapah, jangan-jangan gara-gara kita bersiul tadi sore jadi ada yang mengikuti siulan kita” jawab ria, kataku “kamu sih segala bersiul itukan katanya bisa manggil setan, tidur aja lah aku takut” kata ria “ya akukan tidak tahu,kamu juga ikut bersiulkan!, iah ah aku juga mau tidur takut banget merinding disco”. Kita pun beranjak untuk segera tidur sambil berselimut menutupi seluruh badan karna saking takut nya.
Dan ketika pagi menjelang kami pun sibuk menyalin tugas sekolah dari teman karna tugas sekolah yang tadinya akan dikerjakan malah ter abaikan gara-gara mendengar suara siulan seseorang yang entah siapa.?!! Dari kejadian itu aku dan ria jadi takut dan kapok untuk bersiul dimalam hari.

ANALISIS
Judul Artikel : Bersiul dimalam hari
Pembuat artikel : Almas Rifa’ah
Kelebihan : bisa untuk dijadikan contoh untuk tidak melakukan apa yang aku dan temanku lakukan.
Kekurangan : membuat takut, dan itu juga bisa mendorong masyarakat untuk lebih percaya akan hal mitos bersiul dimalam hari yang memang sudah ada dikalangan masyarakat.

KESIMPULAN
Bersiul dimalam hari memang banyak yang mengatakan bisa memanggil setan tetapi ada juga yang bilang kalau itu hanya untuk menakut-nakuti anak kecil yang suka bersiul supaya tidak bersiul lagi karna bisa mengganggu orang-orang yang sedang tidur, jadi bersiul dimalam hari memang tidak baik karna bisa mengganggu orang yang sedang tidur nyenyak.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.almasrifaahblogspot.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Januari 2015 in Tak Berkategori

 

MITOS BERLAMA-LAMA DI DALAM KAMAR MANDI

Nama : Ade Sutrisno
Npm : 1441170505005
Semester : 1 ( satu )
Fakultas : Pendindikan Agama Islam
Prodi : Manajemen Pendidikan Islam

Mitos Berlama – Lama Di Kamar Mandi

PENDAHULUAN
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan beribu kenikmatan kepada kita semua, namun sedikit sekali yang kita syukuri. Allah SWT sesunggunya telah menerapakan hukum untuk kehidupan manusia di dunia ini, dan adapun aturan / hukum itu ada yang di buat oleh manusia tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu mengatur kehidupan manusia.
Mitos berasal dari bahasa Yunani, yaitu mythos atau mite. Dan bahasa Belanda mythe, yang artinya cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh masyarakat.
Istilah mitos sudah lama dikenal, bisa dikatakan mitos ialah sesuatu yang berupa wacana (bisa berupa cerita, asal-usul, atau kenyakinan) yang kebenarannya sudah paket dengan pantangan yang tidak boleh dilanggar. Orang bilang menentang mitos itu “pamali“ (dosa) bisa kualat.
Kebenaran mitos sangat erat kaitannya dengan adat istiadat atau budaya dalam masyarakat yang masih bersifat tradisional. Terutama pada sebagain masyarakat yang masih menyakini kepercayaan animisme dan dinamisme.
Mitos dengan aturan yang telah lampau tidak bisa begitu saja disisihkan, akan ada banyak hal yang harus dilalui untuk menciptakan perubahan itu, tentunya tidak semudah menutup buku. Pantangan tersebut tentunya berawal dari banyaknya kasus yang terjadi karena melanggar pantangan tersebut meski segala sesuatunya adalah bersandarkan atas kehendak Allah .
Begitu pula mitos yang sekarang tumbuh subur dikalangan masyarakat adalah mitos tentang larangan berlama –lama di kamar mandi yang diyakini masyarakat sekarang karena akan terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya. Kemudian bagainama kah Islam menaggapi gencarnya keyakinan tentang mitos dan pantangannya?
Dari latar belakang di atas, penulis akan mengupas mitos tentang larangan berlama – lama di kamar mandi/wc lebih detail lagi ditinjau dari berbagai pandangan yang berkembang dalam masyarakat dan dasar-dasar Islam.
PEMBAHASAN
v Dari Pandangan Masyarakat
Mitos ini sudah ada sejak dahulu kala yang diyakini oleh nenek moyang kita, dan menjadi warisan yang tumbuh subur ke generasi seterusnya. Mitos berlama –lama di kamar mandi di yakini akan membuat seseorang terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya. Meskipun tidak ada penjelasan yang menguatkan tentang hal ini, tetapi masyarakat tetap mempercayai mitos ini. Mereka beranggapan, jika mitos tentang hal ini tidak dijalankan maka akan mendatangkan kesialan. Sehingga banyak masyarakat yang akhirnya takut tidak menjalankan kepercayaan mitos ini. Hal ini lah yang membuat mitos tentang berlama – lama di kamar mandi ini tetap eksis atau bertahan hingga sekarang.
Pada dasarnya kepercayaan tentang mitos ini, mempunyai tujuan yang baik, antara lain untuk mengatur kehidupan masyarakat agar terarah, tetapi aturan-aturan tersebut kerapkali di warnai dengan hal-hal yang berbau mistis, yang belum tentu kebenarannya, dan ini di sebut dengan takhayul.

Ada beberapa hal yang harus kita ketahui tentang mitos,
1. Apa bila mitos tersebut tidak bertentangan dengan syariat islam maka mitos tersebut boleh di jalankan.
2. Apabila mitos tersebut bertentangan dengan syariat islam maka mitos itu tidak boleh di jalankaan.
Di percayai atau tidak tentang mitos berlama – lama dalam kamar mandi yang dipercaya oleh masyarakat akan terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya itu kembali kepada kepercayaan masing-masing. Karena tidak semua orang mempercayai mitos tersebut, ada sebagai masyarakat menganggap itu hanya sekedar takhayul.
v Dari Pandangan Islam
Kemudian bagaimana kah Islam menyikapi fenomena mitos ini? Apakah pada zaman Rasulallah tidak ada kepercayaan seperti itu? Dan inilah pandangan Islam tentang larangan berlama – lama di kamar mandi.
Kenapa para ulama tidak menyarankan kita berlam – lama di kamar mandi itu karena kamar mandi adalah rumahnya syetan, karena kamar mandi/wc dan semisalnya merupakan tempat kotor yang dihuni oleh syetan maka sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah SWT, agar ia tidak ditimpa oleh kejelekan makhluk tersebut.( Asy-Syarhul Mumti:1/83)

Dan sudah pasti dalam kehidupan sehari-hari kita tentu tidak bisa tidak harus ke kamar mandi/wc baik tujuannya untuk bersuci, membersihkan diri ataupun buang hajat. Maka sudah selayaknya kita harus memperhatikan sunnah/adab nabi ketika masuk dan keluar kamar mandi, diantaranya ;
a. Membaca do’a

Allahumma inni a’udzubika minal khubusi walkhabaais
sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan “. ( HR.Ahmad dari Anas bin Malik, dan dishahihkan Al-Bani dalam shahih Al-jami;(4712) ).
terhalangnya pandangan jin terhadap aurat manusia adalah apabila dia masuk ke kamar mandi dia megucapkan Bismillah” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syekh Al-Albani dalamshahih Al-Jami no.3611)
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT seperti halnya Allah memberikan tempat tinggal anak-anak adam berada di bumi, “ya Allah, adam dan keturunnya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal.” Kata Iblis,
Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi” tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi).” (HR.Bukhari).
Dan hendaknya tidak menyebut nama Allah setelah masuk di dalamnya, tapi harus diam dari menyebut nama Allah ketika sudah masuk.
Tapi bukan berarti tidak berlama – lama di kamar mandi sehingga mandinya jadi tidak bersih. Namun, sebaliknya di kamar mandi tidak perlu lah plus konser solo sambil joget-joget. Mengatakankamar mandi sebagai kamar berekspresi sekarepe dewe’ yang akhirnya malah bertapa di sana, mencari inspirasi dan menunggu wangsit turun, sungguh itu hal yang sia-sia.
b. Mendahulukan kaki kiri
Bila ingin masuk kamar mandi henaknya dahulukan kaki kiri terlebih dahulu, karena kita memsuki tempat yang kotor
c. Tidak bernyanyi dan berkata-kata
Tidak di bolehkan bernyanyi atau berbicara dalam kamar mandi karena itu adalah salah satu godaan syaetanagar kita betah di tempat mereka.
d. Tidak bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa ipod mendengarkan musik).
e. Tidak boleh berbicara ketika sedang membuang hajat.
f. Tidak boleh mencoret – coret dinding
g. Keluar mendahulukan kaki kanan

KESIMPULAN

Dari pemaparan di atasdapat disimpulkan bahwa, mitos berlama-lama dalam kamar mandi masih dipercayai dan dijalankan oleh sebagaian masyarakat, sedangkan sebagaian yang lain menganggap itu hanya sekedar takhayul. Karena baik dan buruknya dkepercayaan mitos ini tergantung dari masyarakat yang menaggapinya. Walaupun pada dasarnya setiap mitos yang ada mempunyai tujuan yang baik untuk mengatur kehidupan lebih terarah.
Dalam pandangan Islam, mitos berlama – lama di kamar mandi dilarang karena kamar mandi adalah tempat yang kotor dan itu adalah rumah Iblis atau syetan. Maka dari sudah sepatutnya kita memohon pertolongan Allah agar kita terhindar dari kejahatan makhluk – Nya.
Semoga penjelasan singkat ini dapat menambah pengetahuan kita tentang mitos berlama-lama dalam kamar mandi, dan semoga kita dapat mengambil hikmah dari tullisan singkat ini, dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.

DAFTAR PUSTKA
1. http :// dainusantara.blogspot.com/khurafat – dan – mitos – dalam pandangan Islam/2014/17/9
2. http ://dyn01.wordpress.com/2011/10/15/jangan – beralama – lama – di – kamar – mandi
3. http ://kajianumat.blogspot.com/2011/12/ hadist – ke – 13 – doa – masuk – wc
4. Al – Sanady, Hasyiah al – sanady ‘ala ibnu Majah , maktabah syamilah.
5. Abdul aziz bin fathi s- Sayyid Nada, ensiklopedi Adab Islam. semarang : pustaka Imam Syafii,2010

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Januari 2015 in Tak Berkategori

 

muludan

Nama: Yuyani
NPM: 1441170505023
Semester: I (satu)
Prodi: MPI (manajemen pendidikan islam)

Nama : Ilham Dwiguna
NPM : 1441170505009
Semester : 1 (Satu)
Prodi : MPI (manajemen pendidikan islam)

PENDAHULUAN

Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.

Adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi –orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub –katakanlah dia setingkat Gubernur. Pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Kata Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.

Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H (1183 Masehi), Salahuddin sebagai penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tanggal 12 Rabiul-Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.

Salahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi.

Barzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Nama Barzanji diambil dari nama pengarang naskah tersebut yakni Syekh Ja’far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd Al-Jawahir (artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini.

Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, perayaan Maulid Nabi atau Muludan dimanfaatkan oleh Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten.

Dua kalimat syahadat itu dilambangkan dengan dua buah gamelan ciptaan Sunan Kalijaga bernama Gamelan Kiai Nogowilogo dan Kiai Gunturmadu, yang ditabuh di halaman Masjid Demak pada waktu perayaan Maulid Nabi. Sebelum menabuh dua gamelan tersebut, orang-orang yang baru masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dulu memasuki pintu gerbang “pengampunan” yang disebut gapura (dari bahasa Arab ghafura, artinya Dia mengampuni).

Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan Maulid Nabi disebut Gerebeg Mulud. Kata “gerebeg” artinya mengikuti, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan Maulid Nabi, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya. Di samping Gerebeg Mulud, ada juga perayaan Gerebeg Poso (menyambut Idul Fitri) dan Gerebeg Besar (menyambut Idul Adha).

Kini peringatan Maulid Nabi sangat lekat dengan kehidupan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal (Mulud), sudah dihapal luar kepala oleh anak-anak NU. Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi ini amat variatif, dan kadang diselenggarakan sampai hari-hari bulan berikutnya, bulan Rabius Tsany (Bakdo Mulud). Ada yang hanya mengirimkan masakan-masakan spesial untuk dikirimkan ke beberapa tetangga kanan dan kiri, ada yang menyelenggarakan upacara sederhana di rumah masing-masing, ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di mushala dan masjid-masjid, bahkan ada juga yang menyelenggarakan secara besar-besaran, dihadiri puluhan ribu umat Islam.

Ada yang hanya membaca Barzanji atau Diba’ (kitab sejenis Barzanji). Bisa juga ditambah dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti penampilan kesenian hadhrah, pengumuman hasil berbagai lomba, dan lain-lain, dan puncaknya ialahmau’izhah hasanah dari para muballigh kondang.

Para ulama NU memandang peringatan Maulid Nabi ini sebagai bid’ah atauperbuatan yang di zaman Nabi tidak ada, namun termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) yang diperbolehkan dalam Islam. Banyak memang amalan seorang muslim yang pada zaman Nabi tidak ada namun sekarang dilakukan umat Islam, antara lain: berzanjen, diba’an, yasinan, tahlilan (bacaan Tahlilnya, misalnya, tidak bid’ah sebab Rasulullah sendiri sering membacanya), mau’izhah hasanah pada acara temanten dan Muludan.

Dalam Madarirushu’ud Syarhul Barzanji dikisahkan, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa’at kepadanya di Hari Kiamat.” Sahabat Umar bin Khattab secara bersemangat mengatakan: “Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!”

PEMBAHASAN

Maulid Nabi Muhammad SAW terkadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد، مولد النبي‎), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang dalam tahun Hijriyah jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Kata maulid atau milad adalah dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak, pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya sendiri justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem.

Hukum Memperigati Maulid Nabi Muhammad SAW

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin rahimahullah –semoga Allah membalas jerih payahnya terhadap Islam dan kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan- , beliau pernah ditanya tentang hukumnya memperingati maulid Nabi r ?

Maka Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjawab:

1. Malam kelahiran Rasulullah r tidak diketahui secara qath’i (pasti), bahkan sebagian ulama kontemporer menguatkan pendapat yang mengatakan bahwasannya ia terjadi pada malam ke 9 (sembilan) Rabi’ul Awwal dan bukan malam ke 12 (dua belas). Jika demikian maka peringatan maulid Nabi Muhammad r yang biasa diperingati pada malam ke 12 (dua belas) Rabi’ul Awwal tidak ada dasarnya, bila dilihat dari sisi sejarahnya.

2. Di lihat dari sisi syar’i, maka peringatan maulid Nabi r juga tidak ada dasarnya. Jika sekiranya acara peringatan maulid Nabi r disyari’atkan dalam agama kita, maka pastilah acara maulid ini telah di adakan oleh Nabi r atau sudah barang tentu telah beliau anjurkan kepada ummatnya. Dan jika sekiranya telah beliau laksanakan atau telah beliau anjurkan kepada ummatnya, niscaya ajarannya tetap terpelihara hingga hari ini, karena Allah ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya Kami-lah yang telah menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. Q.S; Al Hijr : 9 .

Dikarenakan acara peringatan maulid Nabi r tidak terbukti ajarannya hingga sekarang ini, maka jelaslah bahwa ia bukan termasuk dari ajaran agama. Dan jika ia bukan termasuk dari ajaran agama, berarti kita tidak diperbolehkan untuk beribadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan acara peringatan maulid Nabi r tersebut.

Allah telah menentukan jalan yang harus ditempuh agar dapat sampai kepada-Nya, yaitu jalan yang telah dilalui oleh Rasulullah r, maka bagaimana mungkin kita sebagai seorang hamba menempuh jalan lain dari jalan Allah, agar kita bisa sampai kepada Allah?. Hal ini jelas merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak Allah, karena kita telah membuat syari’at baru pada agama-Nya yang tidak ada perintah dari-Nya. Dan ini pun termasuk bentuk pendustaan terhadap firman Allah ta’ala :

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridha’i islam itu jadi agama bagimu“. Q.S; Al-Maidah : 3.

Maka kita perjelas lagi, jika sekiranya acara peringatan maulid Nabi r termasuk bagian dari kesempurnaan dien (agama), niscaya ia telah dirayakan sebelum Rasulullah r meninggal dunia. Dan jika ia bukan bagian dari kesempurnaan dien (agama), maka berarti ia bukan dari ajaran agama, karena Allah ta’ala berfirman:“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu“.

Maka barang siapa yang menganggap bahwa ia termasuk bagian dari kesempurnaan dien (agama), berarti ia telah membuat perkara baru dalam agama (bid’ah) sesudah wafatnya Rasulullah r, dan pada perkataannya terkandung pendustaan terhadap ayat Allah yang mulia ini (Q.S; Al-Maidah : 3) .

Maka tidak diragukan lagi, bahwa orang-orang yang mengadakan acara peringatan maulid Nabi r, pada hakekatnya bertujuan untuk memuliakan (mengagungkan) dan mengungkapkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW, serta menumbuhkan ghirah (semangat) dalam beribadah yang di peroleh dari acara peringatan maulid Nabi tersebut. Dan ini semua termasuk dari ibadah. Cinta kepada Rasulullah r termasuk ibadah, dimana keimanan seseorang tidaklah sempurna hingga ia mencintai Nabi r melebihi kecintaannya terhadap dirinya sendiri, anak-anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia. Demikian pula bahwa memuliakan (mengagungkan) Rasulullah r termasuk dari ibadah. Dan juga yang termasuk kedalam kategori ibadah adalah menumbuhkan ghirah (semangat) dalam mengamalkan syari’at Nabinya r.

Sejarah Munculnya MAulid NAbi Muhammad SAW

Sesungguhnya penyelenggaraan perayaan yang memperingati peristiwa-perisiwa Islam tertentu yang kemudian dijadikan sebagai perantara untuk mendapat berkah itu, pada mulanya hanya dikenal oleh kelompok kebatinan yang buruk. Mereka adalah Bani Ubaid Al Qaddah yang menamakan dirinya sebagai Fatimiyyun.

Upacara maulid adalah termasuk perbuatan yang dicontohkan oleh para ahli penyimpangan dan kesesatan, sesungguhnya orang yang pertama yang memunculkan perayaan upacara maulid adalah orang-orang dari Bani Fatimiyyun dari golongan Ubaidiyyun yang hidup dikurun waktu ke-4 Hijriyah.

Mereka ini sengaja mengklaim dirinya sebagai pengikut Fathimah radhiallahu anha secara dzalim dan untuk mencemarkan nama baiknya padahal sebenarnya mereka adalah sekelompok orang-orang Yahudi atau ada yang mensinyalir bahwa mereka dari orang Majusi (penyembah api) bahkan ada yang mengatakan mereka berasal dari kelompok Atheis.

Pendapat lain, seperti Imam As Suyuthi dalam Husnul Maqshud fi Amal Al Maulid menegaskan:

“Orang yang pertama kali mengadakan peringatan hari Maulid Nabi adalah penduduk Irbal, Raja Agung Abu Sa’id Kau Kaburi bin Zainuddin Ali bin Bakitkin, seorang raja negeri Amjad.

Dan ini diikuti oleh Syaikh Muhammad bin Abu Ibrahim Alu Syaikh:

“Bid’ah peringatan Maulid Nabi ini, pertama kali diadakan oleh Abu Sa’id Kau Kaburi pada abad ke-6 H”

Syaikh Hamud Tuwaijiri:

“Upacara peringatan maulid adalah bid’ah dalam Islam yang diadakan oleh sulthan Irbal pada akhir abd ke-6H atau pada awal abad ke-7H.”

Al Ubaidiyyun memasuki Mesir 362H dan raja terakhirnya Al Adhid meninggal 567H, sedangkan penguasa Irbal dilahirkan 549H dan meninggal 630H, ini menjadi bukti bahwa kelompok Ubadiyyun lebih dahulu daripada penguasa Irbal -Al Malik Al Mudzaffar- dalam mengadakan upacara peringatan maulid Nabi.

Bukan tidak sah mengatakan bahwa penguasa Irbal adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi di Maushil, karena yang dilakukan Al Ubaidiyyun diadakan di negeri sendiri -Mesir, seperti yang dijelaskan dalam buku-buku sejarah. Wallahu a’lam.5

Maulid Nabi tidak di bolehkan

Jutaan umat Islam di seluruh belahan dunia memperingati tanggal 12 Rabi’ul Awwal setiap tahun, memperingati hari kelahiran Rasulullah saw. Kaum muslimin saling memberi ucapan selamat, hadiah, dan aneka hidangan yang dipersiapkan untuk peringatan tersebut, bahkan penjual aneka makanan mendapatkan pesanan yang beragam dan melimpah, sesuai kebiasaan dan tradisi khas tempat masing-masing.

Waktu berjalan, peringatan maulid Nabi berkembang secara resmi di kalangan pejabat, raja dan pemimpin umat Islam dengan saling memberi ucapan selamat, do’a-do’a keberkahan, bagi-bagi hadiah untuk penghafal Al Qur’an, orasi dan pidato politik.

Pertanyaannya adalah, Kapan peringatan maulid Nabi bermula ?

Apakah peringatan maulid Nabi di benarkan dalam Islam ?

Apa hukumnya secara syariah memperingati maulid ini?

Pertanyaan-pertanyaan yang terus terulang saat ada peringatan maulid setiap tahunnya. Bersamaan dengan itu, masih ada perdebatan seputar hukum memperingati maulid, meskipun Rasulullah saw sendiri tidak pernah memperingati hari kelahirannya, begitu juga dengan para sahabat dan tabi’in yang merupakan generasi pilihan.

Tradisi Fathimiyyah

Sumber-sumber sejarah menceritakan bahwa, di Mesir ada sekelompok pendukung Fathimah putri Nabi, mereka disebut Fathimiyyin, mereka lah pertama kali yang mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad. Mereka mengadakan peringatan secara besar-besaran, mereka membagi-bagikan aneka makanan. Di samping memperingati kelahiran Nabi, mereka juga memperingati hari-hari kelahiran keluarga “ahlul bait” Nabi saw.

Inilah kenyataan sejarah yang menjadikan sebagian ulama fiqh menolak mutlak peringatan Nabi, dan memasukkan katagori bid’ah dalam urusan agama yang tidak ada dasar hukumnya. Rasulullah saw tidak pernah memperingati hari kelahirannya sepanjang hidupnya, begitu juga para sahabat dan tabi’in.

وهو القائل صلى الله عليه وسلم: “من أحدث في

أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد”

“Barangsiapa yang membuat hal baru dalam urusan agama kami yang tidak ada dasar hukumnya, maka ia tertolak.” Artinya tidak termasuk dari ajaran Islam.

Para penentang perayaan maulid juga bersandar para praktek perayaan maulid ketika masa Fathimiyyin yang lebih cenderung berlebihan dalam menyebarkan ajaran syi’ah. Tujuan dari peringatan ini, sebagaimana yang dilihat oleh ahli fiqh sekaligus da’i, Abdul Karim Al Hamdan, adalah penyebaran aqidah syi’ah dengan kedok cinta keluarga Nabi dan disertai dengan praktek-praktek yang tidak diperbolehkan hukum, seperti berlebihan di dalam menghormati pemimpin dengan cara-cara sufiestik yang sudah menjerus pada kultus individu, berdo’a kepada selain Allah, bernadzar kepada selain Allah swt. Inilah bentuk-bentuk peringatan maulid Nabi semenjak kelomopk Fathimiyyin sampai sekarang, baik di Mesir atau di belahan dunia lainnya.

Mengapa Kita Tidak Memperingati ?

Dalam sudut pandang yang berbeda, Dr. Muhammad ‘Alawi Al Maliki Al Husni, seorang ahli fiqh, memandang bolehnya memperingati maulid Nabi dengan diisi kegiatan yang bertujuan mendengarkan sejarah perjalanan hidup Nabi saw dan memperdengarkan pujian-pujian terhadapnya. Ada kegiatan memberi makan, menyenangkan dan memberi kegembiraan terhadap umat Islam. Meskipun ia menekankan tidak adanya pengkhususan peringatan pada malam hari tertentu, karena itu termasuk katagori bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam agama.

Riwayat dari Rasulullah saw, bahwa beliau mengagungkan hari kelahirannya, beliau bersyukur kepada Allah pada hari itu, atas nikmat diciptakan dirinya dimuka bumi dengan membawa misi rahamatan lil’alalmin, mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Ketika Rasulullah saw ditanya tentang sebab beliau berpuasa pada hari Senin dalam setiap pekan, beliau bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, (ذلك يوم فيه ولدت). “Itu hari, saya dilahirkan.”

Terkait bahwa para sahabat dan tabi’in tidak melaksanakan maulid, Dr Al Husni mengatakan, “Apa yang tidak dikerjakan oleh salafus shaleh generasi awal Islam, tidak otomatis menjadi bid’ah yang tidak boleh dikerjakan. Justru perlu dikembalikan kepada persoalan aslinya, yaitu sesuatu yang membawa mashlahat secara syar’i menjadi wajib hukumnya, sebaliknya sesuatu yang menjerumuskan kepada haram, maka hukumnya haram.”

Menurut padangan Dr. Al Husni, jika memperingati maulid Nabi membawa mashlahat secara syar’i, maka hukumnya dianjurkan, karena di dalamnya ada kegiatan dzikir, sedekah, memuji Rasul, memberi makan fakir-miskin, dan kegiatan lainnya yang diperbolehkan karena membawa manfaat.

Tergantung Kegiatan

Sebagian ulama mengingkari peringatan maulid, karena di dalamnya bercampur dengan bid’ah dan kemungkaran yang terjadi sebelum abad Sembilan Hijriyah, dengan bersandar pada hukum asli, yaitu “Menolak kerusakan lebih di dahulukan dari pada meraih mashalahat.”

Ulama ahli Fiqh dari madzhab Maliki, Tajuddin Al Fakihani juga membolehkan. Sebagian ada yang malah menganjurkan, seperti Imam Jalaluddi As Suyuthi dan Ibnu Hajar Al Asqalani, namun mereka mengingkari praktek-praktek bid’ah. Pendapat mereka ini bersandar pada

firman Allah swt, {وذكرهم بأيام الله} “Dan ingatkanlah mereka dengan hari-hari Allah.”

Sejumlah ulama Al Azhar, terutama Syaikh ‘Athiyyah Shaqr rahimahullah, telah berfatwa tentang dibolehkannya memperingati maulid Nabi dengan syarat.

Fatwa itu tertuang sebagai berikut, “Rasulullah saw telah menetapkan bahwa hari di mana beliau dilahirkan memiliki keutamaan dibanding dengan hari-hari lainnya. Setiap mukmin hendaknya bersungguh-sungguh dalam meraih keagungan pahala, mengutamakan amal. Itulah alasan memperingati hari ini. Dan bersyukur kepada Allah swt atas pemberian-Nya yang sangat besar, berupa kelahiran Nabi akhir zaman yang memberi petunjuk kepada kita menuju syari’at-Nya yang membawa kelestarian. Namun dengan syarat tidak membuatkan gambar-gambarnya secara khusus. Bahkan dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah swt atas apa yang disyariatkan, mengenalkan manusia keutamaan dan keagungan pribadi Rasul, tidak keluar dari koridor syariat dan berubah menjadi hal yang diharamkan secara hukum, seperti ikhthilat atau campur baur laki-laki dan perempuan, cenderung kepada kegiatan yang tidak ada gunanya dan hura-hura, tidak menghormati baitullah, dan termasuk yang dikatagorikan bid’ah adalah tawasul terhadap kuburan, sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan bertentangan dengan adab.

Jika yang dominan adalah kegiatan-kegiatan seperti di atas, maka yang diutamakan adalah mencegah kerusakan sebagaimana kaidah ushul. “Mencegah kerusakan lebih didahulukan dari pada meraih maslahat.”

Namun jika hal-hal positif lebih dominan dan manfaat secara syar’i didapatkan, maka tidak ada larangan memperingati maulid Nabi dengan tetap mengantisipasi hal-hal negatif sesuai kemampuan.” Allahu ‘alam

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah bahwa mengadakan peringatan maulid Nabi r dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, dan pengagungan terhadap Rasulullah r termasuk dari ibadah. Jika ia termasuk ibadah maka kita tidak diperbolehkan untuk mengadakan perkara baru pada agama Allah (bid’ah) yang bukan syari’at-Nya. Oleh karena itu peringatan maulid Nabi r termasuk bid’ah dalam agama dan termasuk yang diharamkan.

Kemudian kita mendengar informasi bahwasannya pada acara peringatan maulid Nabi r terdapat kemunkaran-kemunkaran yang besar, yang tidak dibenarkan syar’i, indera maupun akal. Dimana mereka mensenandungkan qashidah yang didalamnya mengandung pengkultusan terhadap Nabi r, hingga terjadi pengagungan yang melebihi pengagungannya kepada Allah ta’ala –kita berlindung kepada Allah dari hal ini-.

Dan juga kita mendengar informasi tentang kebodohan sebagian orang yang mengikuti acara peringatan maulid Nabi tersebut , dimana ketika dibacakan kisah maulid (kelahiran) beliau, lalu ketika sampai pada perkataan (dan lahirlah Musthafa r), maka mereka semua serentak berdiri. Mereka mengatakan bahwa ruh Rasulullah r telah datang, maka kami berdiri sebagai penghormatan terhadap kedatangan ruhnya. Dan ini jelas suatu kebodohan.

Dan bukan merupakan adab bila mereka berdiri untuk menghormati kedatangan ruh Nabi r, karena Rasulullah r merasa enggan (tidak senang) apabila ada sahabat yang berdiri untuk menghormatinya. Padahal kecintaan dan pengagungan para sahabat terhadap Rasulullah r melebihi yang lainnya, akan tetapi mereka tidak berdiri untuk memuliakan dan mengagungkannya, ketika mereka melihat keengganan Rasulullah r dengan perbuatan tersebut. Jika hal ini tidak mereka lakukan pada saat Rasulullah r masih hidup, lalu bagaimana hal tersebut bisa dilakukan oleh manusia setelah beliau meninggal dunia?.

Bid’ah ini, maksudnya adalah bid’ah maulid, terjadi setelah berlalunya 3 (tiga) kurun waktu yang terbaik (masa sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in). sesungguhnya Peringatan maulid Nabi r telah menodai kesucian aqidah dan juga mengundang terjadinya ikhtilath (bercampur-baurnya antara laki-laki dan wanita) serta menimbulkan perkara-perkara munkar yang lainnya.

Saran – saran

Implementasi dari syahadat Laa Ilaa illalloh adalah tauhid yaitu menunggalkan (mentauhidkan) Alloh di dalam peribadatan dan tidak mensekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, baik di dalam Rububiyah, Uluhiyah an asma’ wa shifat-Nya. Adapun konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah, mentauhidkan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di dalam ittiba’ (peneladanan) dan tidaklah mengamalkan suatu ibadah melainkan sebagaimana yang dituntunkan oleh beliau ‘alaihis Sholatu was Salam.
Rasulullah sendiri menyatakan bahwa amalan bid’ah itu tertolak, walaupun yang mengamalkannya ikhlas lillahi Ta’ala, dan setiap bid’ah itu adalah sesat. Sebagian salaf bahkan mengatakan, bahwa amalan bid’ah itu lebih dicintai syaithan daripada maksiat, karena orang yang bermaksiat dia faham bahwa dirinya dalam kesalahan sehingga diharapkan ia dapat bertaubat. Sedangkan orang yang mengamalkan bid’ah, menganggap apa yg ia lakukan adalah baik sehingga sulit baginya bertaubat.

Islam itu agama sempurna dan wajib atas kita mengamalkannya secara kaafah. Kita wajib mengingkari kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan seluruhnya. Bukannya kita hanya mengingkari kemaksiatan, namun ridha dan mendiamkan dosa yang lebih besar, yaitu syirik (yg tidak diampuni Alloh) dan bid’ah (yang dinyatakan sesat oleh Rasulullah).
Ummat Islam akan maju apabila umat ini mau kembali kepada agama sebagaimana yang dibawa oleh para pendahulu mereka yang shalih. Sebagaimana ucapan Imam Malik rahimahullahu, “Tidak akan sukses keadaan ummat ini melainkan kembali sebagaimana suksesnya salaf shalih terdahulu”.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/12/1/pustaka-172.htm
  2. http://www.box.net/encoded/6870461/67171703/226a37b841e29f599bfb2
  3. Al-Hukmul Haqqu fil Ihtifal bi maulid Sayyidil Khalqi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, tulisan dari syaikh kami Ali bin Hasan al-Halabi – hafidhahullah –
  4. Al-Qaulul Fashlu fi Hukmil Ihtifal bi maulidi Khoirir Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, tulisan al-‘Allamah Ismail al-Anshariy.
  5. Al-Maurid fi ‘Amalil maulid, tulisan dari syaikh al-‘Allamah al-Fakihany
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Januari 2015 in Tak Berkategori

 

Kebiasaan mencabuti bulu alis mata

Nama: Yuyani
NPM: 1441170505023
Semester: I (satu)
Prodi: MPI (manajemen pendidikan islam)

Kebiasaan mencabuti atau mencukur bulu alis mata

PENDAHULUAN
Semenjak dunia semakin canggih, berbagai teknologi baru yang dapat mempercantik seseorang, maka semakin gencar juga orang-orang yang beragama islam mengikuti dan meniru hal-hal yang dapat mempercantik mereka itu. Berbagai cara dilakukan untuk menjadi cantik, salah satu nya mencabut atau mencukur bulu alis. Bahkan ada yang menghiasi dirinya dengan mengganti apa yang telah diciptakan allah kepadanya, seperti mengganti jenis rambut, menyambung rambut, mencabut atau mencukur bulu alis mata dan lain sebagainya.
Sebenarya sebagai umat muslim hal tersebut blm tentu diperbolehkan oleh agama, belum tentu sesuai dengan syariat agama islam. Hal-hal tersebut belum tentu merupakan budaya muslim. Maka dari itu, karena umat muslim secara umum belum mengetahui hukum dasar dari hal-hal tersebut, maka penulis tertarik mengangkat tema ini. Tujuannya agar umat muslim akan mengetahui dasar hukum dalam melakukan hal tersebut dengan benar sesuai aturan agama islam.

PEMBAHASAN

Kebiasaan Mencabut atau mencukur bulu alis mata
Mencukur atau mencabut alis adalah salah satu permasalahan yang timbul pada zaman modern ini yang banyak menjadi sorotan dan bahan perbincangan. Sebagian kaum wanita yang memang mempunyai hoby pergi ke salon untuk memperindah tubuhnya, memperindah dari ujung rambut sampai ujung kaki dan tak terkecuali dari hal sekecilpun yaitu alis mata. Mereka datang ke salon untuk mencukurkan atau merapikan bulu alisnya, atau jika tidak mereka menggunakan jasa salon maka mereka mencukur alisnya sendiri sehingga menjadi lebih indah dan tampak lebih cantik apabila dipandang.
Kemudian yang menjadi permasalahannya, bagaimanakah pandangan agama Islam dalam menghukumi permasalahan ini? apakah Islam memperbolehkan mencukur atau merapikan bulu alis ataukah mengharamkannya?
Mempercantik atau memperindah wajah bisa dengan sesuatu yang alami yang bisa membuat wajah tampak fres secara alami juga. Misalnya dengan buah-buahan atau daun-daunan yang mempunyai banyak manfaat dan khasiat tersendiri bagi wajah, dan cara mempercantik itu tidak harus dengan mencukur bulu alis sehingga menurutnya akan tampak lebih indah dan cantik apabila dipandang.
Wanita tidak boleh mencukur atau merapikan bulu alis matanya karena perbuatan ini termasuk an-namsh. Arti kata an-namsh adalah mencabut atau mencukur bulu alis, sedangkan kataan-nâmishah adalah perempuan yang mencabut rambut alisnya atau rambut alis orang lain. Sedangkan al-mutanammishah adalah perempuan yang menyuruh orang lain untuk mencabut rambut alisnya.
Salah satu cara berhias yang berlebih-lebihan yang diharamkan oleh Islam, yaitu mencukur bulu alis mata untuk ditinggikan atau disamakan sehingga tampak bagus dan indah. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda : Rasulullah saw melaknat perempuan-perempuan yang mencukur alisnya atau minta dicukurkan alisnya. (Riwayat Abu Daud, dengan sanad yang hasan), sedang dalam hadis Bukhari disebutkan : Rasulullah saw melaknat perempuan-perempuan yang minta dicukur alisnya. Lebih diharamkan lagi, jika mencukur alis itu dikerjakan sebagai simbol bagi wanita-wanita tuna susila atau wanita malam.
Ulama’ madzhab Hambali berpendapat, bahwa perempuan diperbolehkan mencukur bulu alis, mengukir, memberikan cat merah (make up) dan meruncingkan ujung matanya, akan tetapi dengan seizin suaminya, karena hal tersebut termasuk berhias. Tetapi oleh Imam Nawawi diperketat bahwa mencukur alis itu sama sekali tidak boleh.
Mencukur atau merapikan bulu alis dengan mencukur bagian-bagian tertentu untuk memperindah alis mata dan mempercantik wajah seperti yang dilakukan sebagian kaum wanita hukumnya haram. Karena hal itu termasuk mengubah ciptaan Allah swt dan mengikuti syaitan yang selalu memperdaya manusia supaya mengubah ciptaan Allah. Firmannya, sebagai berikut :
وَلَآَمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا
Artinya: “Dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS. An-Nisa’ (4) : 119)

Adapun hadis Nabi saw mengenai larangan an-namsh diriwayatkan dalam Kitab as-Shahihdari Ibnu Mas’ud r.a bahwa ia berkata :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ. فقالت أُمُّ يَعْقُوبَ: ما هذا ؟ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ : وَمَا لِى لاَ أَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى كِتَابِ اللَّهِ ؟ فَقَالَتْ : لَقَدْ قَرَأْتُ مَا بَيْنَ اللوحين فَمَا وَجَدْتُهُ فَقَالَ : واللَّه لَئِنْ كُنْتِ قَرَأْتِيهِ لَقَدْ وَجَدْتِيهِ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ( وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا)
Artinya: “Semoga Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dirinya atau meminta ditatokan, yang mencukur bulu alisnya atau meminta dicukurkan, yang mengikir giginya supaya kelihatan indah dan mengubah ciptaan Allah. Kemudian beliau berkata : Mengapa aku tidak melaknat orang-orang yang telah dilaknat oleh Rasulullah saw dalam Kitabullah, yakni firman Allah : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. (QS. al-Hasyr (59) : 7)
Hadis ini menegaskan bahwa perempuan-perempuan yang mentato dirinya atau meminta ditato, yang mencukur bulu alisnya atau meminta dicukurkan, yang mengikir giginya supaya kelihatan indah akan dilaknat karena merubah ciptaan Allah dengan alasan keindahan dan kecantikan, yang dimaksudkan bukan masalah mencukur sedikit atau banyak. Jadi seandainya ada seorang wanita mencukur sedikit saja alisnya maka sama saja dia akan mendapat laknat dari Allah, karena dia telah melakukan perbuatan yang diancam laknat oleh Allah swt.
Ada sebagian ulama’ yang hanya mengharamkan mencukur alis saja ada juga sebagian ulama lain yang hanya mengharamkan mencukur bulu-bulu wajah saja. Sedangkan bila mengamalkan hadis secara mutlak maka keduanya haram dan tidak boleh bagi wanita apalagi laki-laki untuk mencabut (mencukur) bulu badannya, kecuali bulu-bulu yang memang disuruh mencukur seperti bulu kemaluan, bulu ketiak dan sebagian kumis.
Sebuah kasus, Jika suaminya memerintahkan istrinya untuk mencukur alis, maka suaminya saat itu tidak perlu ditaati, karena perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan Allah dan termasuk perbuatan syaitan (perbuatan maksiat). Seseorang tidak boleh mentaati makhluk dalam bermaksiat kepada Allah, ketaatan hanya dalam kebaikan saja. Jadi seorang istri mematuhi perintah suaminya hanya dalam hal-hal yang bersifat positif dan amar ma’ruf nahi munkar. Hal tersebut tidak khusus hanya pada suami saja tetapi pada semua orang yang memerintahkan kita pada kemunkaran, maka kita wajib menolaknya sekalipun kedua orang tua, apabila orang tua memerintahkan untuk berbuat syirik pada Allah maka kita wajib menolaknya.
Adapun rambut pada wajah tidak boleh dihilangkan kecuali jika membuat wajah menjadi jelek atau buruk rupa, disini hukum akan menjadi berganti dari haram menjadi mubah atau boleh. Hukum mencukur bulu alis bisa menjadi mubah atau boleh, jika pada wajah wanita tumbuh banyak bulu, kumis dan jenggot, maka ketika itu boleh dihilangkan atau boleh mencukurnya. Akan tetapi batas mencukurnya hanya pada bagian-bagian yang memang terdapat banyak bulu.
Menurut pendapat saya bahwa mencukur bulu alis adalah haram dan perbuatan itu akan mendapatkan laknat, seperti dalam hadis : Rasulullah saw melaknat perempuan-perempuan yang mencukur alisnya atau minta dicukurkan alisnya. (Riwayat Abu Daud) Jika mencukur bulu alis niatnya untuk mempercantik dan memperindah bentuk wajah dan juga hal tersebut merupakan perbuatan merubah ciptaan Allah. Sesuatu yang telah diberikan Allah kepada kita harusnya kita mensyukuri, karena Allah memberi kepada hambanya pasti itu yang terbaik buat hambanya. Akan tetapi jika tidak mencukur bulu alis akan menimbulkan banyak madharat, seperti timbulnya penyakit, gatal-gatal, alergi dll maka hukum haram itu berubah menjadi mubah (boleh) malah dianjurkan, karena untuk menolak kemadharat

KESIMPULAM

Pertama.
Perubahan yang dilaknat adalah perubahan untuk memperindah dan mempercantik diri. Akan tetapi jika perubahan tersebut untuk menolak kemudharatan (karena gatal-gatal, alergi, dll) maka hal ini tidak apa-apa untuk dilakukan. Hukum mencukur alis menjadi wajib dan dianjurkan mencukurnya untuk menolak kemadhorotan, apabila bulu alisnya tidak dicukur akan memebuat lebih banyak madhorot pada dirinya.

Kedua.
Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Wanita-wanita yang merubah ciptaan Allah, mencakup semua jenis perubahan. Berupa apapun perubahan itu. Kecuali perubahan yang disyariatkan.
Dan harus diperhatikan, bahwa ini merupakan hukum yang umum bagi wanita dan laki-laki. Sebagian laki-laki tumbuh bulu rambut di bagian atas kedua pipinya, kemudian mereka mencukurnya. Hal ini termasuk yang dilarang oleh hadits di atas. Sebab itu, semua termasuk ciptaan Allah, dan ciptaan Allah itu pasti baik, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki yang memanjangkan sarungnya, lalu beliau berkata padanya : “Angkatlah sarungmu!”, ia berkata : “Wahai Rasulullah sesungguhnya kedua betisku teramat kecil”, maka beliau berkata : “Semua ciptaan Allah itu baik”.
Ayat al-qur’an “wanita-wanita yang merubah ciptaan allah, mencakup semua jenis perubahan dari merubah cuman sedikit ataupun banyak maka sama saja dan berupa apapun perubahan itu. Kecuali perubahan yang memang sudah disyari’atkan.
Ketiga.
Bahwasanya agama islam dalam mengkuhumi permasalahan mencukur atau mencabut bulu alis mata adalah haram, jika bermaksud untuk memperindah atau mempercantik bentuk wajahnya. Akan tetapi memperbolehkan untuk mencukurnya jikalau ada sesuatu hal yang menjadikan madhorot apabila tidak mencukurnya. Karena mempunyai banyak bulu, tumbuh jenggot dan kumis merupakan hal yang tidak wajar bagi wanita.
Wallahu a’lam bisshowab.

DAFTAR PUSTAKA
[Disalin dari kitab Majmu’ah Fatawa Al-Madina Al-Munawarah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Albani, Penulis Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Penerjemah Adni Kurniawan, Penerbit Pustaka At-Tauhid]
sumber: HYPERLINK "http://almanhaj.or.id/content/1776/slash/0/hukum-seorang-wanita-menghilangkan-dan-mencukur-bulu-wajah-alis-bulu-mata-dan-bulu-halus-lainnya/" http://almanhaj.or.id/content/1776/slash/0/hukum-seorang-wanita-menghilangkan-dan-mencukur-bulu-wajah-alis-bulu-mata-dan-bulu-halus-lainnya/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Januari 2015 in Tak Berkategori

 

Bangun Tidur terlalu Siang

Nama : Komariah

Npm : 1441170505011

Smt : 1 (satu)

Prodi : Manajemen Pendidikan Islam ( MPI )

KATA PENGANTAR

Alhamdullilah puji syukur saya panjatkan kehadirat allah swt. Atas rahmat dan hidayahnya dan tak lupa sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar muhammad SAW atas nikmat yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah ini.

Penyusunan karya ilmiah ini masih banyak kekurangannya,oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan,untuk memperbaiki penyusunan karya ilmiah ini dimasa yang akan datang.
Semoga Allah SWT.memberikan balasan atas jasa dan dukungan yang telah diberikan kepada penyusun sehingga terselesaikannya karya ilmiah ini.
Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak,khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi pembaca.

Bangun tidur terlalu siang

Jika anda bangun tidur terlalu siang hingga matahari hampir berdiri, akan berakibat segala bentuk rezeki yang akan datang akan selalu menjauh kembali.

Secara alamiah, manusia beristirahat di waktu malam. Allah telah mengatur siang dan malam agar manusia dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ketika waktu fajar, kita dibangunkan untuk menunaikan shalat sunat dua rakaat. Kemudian shalat subuh dua rakaat . Di dalam shalat ini seakan-akan Allah mengajarkan kepada kita agar bangkit dan mendorong semangat baru dalam kehidupan baru.

Rasulullah saw. Tidak pernah menyia-nyiakan waktu pagi. Sebab pagi hari merupakan pintu dunia di hari itu. Siapa yang pandai memanfaatkannya ia akan mendapatkan kunci sukses; duduk menunggu matahari terbit. Ini artinya bahwa beliau mengajari para sahabatnya untuk tidak bersikap malas dan tidak meremehkan waktu yang hendak dilalui.

Orang yang tertidur dan bermalas-malasan saat Pemilik Rezeki membagi-bagikan rezeki, ia tidak akan mendapatkan bagian. Bagian rezekinya hanya sebatas takdir yang ditulis ketika dalam kandungan. Namun orang yang terjaga (selalu siap) ketika matahri terbit, ia akan mendapatkan jatah tambahan. Tambahan itu bisa banyak atau sedikit bergantung bagaimana semangat yang direalisasikan dalam bentuk ikhtiar.

Biasanya, setelah shalat subuh hingga terbit matahari Rasulullah tidak tidur. Setelah matahari terbit, ia tidak bermalas-malasan. Namun merencanakan strategi, baik dalam sosial politik maupun dakwah. Begitu pula para sahabat yang kaya raya, mereka mengikuti sikap dan kebiasaan Rasulullah. Sebagain mereka adalah pengusaha, maka di saat dhuha, yang direncanakan adalah strategi berdagang. Sehingga sepanjang hari yang dilalui senantiasa mendapatkan keuntungan banyak; rezeki yang melimpah dan barokah.

Waktu dhuha adalah waktu yang tepat dan sangat baik untuk ‘mendekat’ ke sisi Allah melalui shalat sunat. Maka luangkanlah waktu untuk memulai pekerjaan dan membuka hari yang hendak kita lalui dengan shalat serta berdzikir kepadaNya, niscahya dia akan dibukakan. Jika telah dibukakan, maka hendaknya merendah diri. Merasa sebagai hamba yang sangat butuh kepada Pemilik Segalanya.

Kita mengharap agar Allah mengatur hidup kita, menentukan sesuatu yang terbaik dan bermanfaat. Jika mengharap rejeki, pasanglah niat di dalam hati, jika kelak allah memberkahi, semoga rejeki itu barokah, bermanfaat bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat. Hendaknya rejeki yang dilimpahkan mampu memberi motivasi keimanan kita semakin bertambah. Jangan diberi rejeki, tetapi justru akan menjauhkan kita kepada Yang Memberi.

Niat harus dipasang dalam hati. Niat yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik. Niat yang tidak baik, kalaupun dapat rejeki, tentu tidak barokah. Allah menyukai kebaikan. Allah menyukai rahmat berupa harta yang diberikan hambaNya itu dapat bermanfaat.

Apabila mengawali penghujung hari dengan disertai shalat dhuha, semangat menjadi termotivasi. Di dalam shalat dhuha ada harapan-harapan baik kepada allah. Adanya harapan akan mendorong kitauntuk berbuat lebih baik di hari itu.

Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa beristiqomah membuka kunci rejeki di hari ini dengan diawali shalat dhuha. Setelah itu bolehlah bertebaran di muka bumi untuk mencari nafkah dan rejeki halal. Bila hal itu dilakukan, insya allah kita akan menjadi terkejut terhadap perubahan hidup kita. Rahasia rejeki berada di tangannya. Dia akan membukaNya dan menambahkanNya kepada seseorang yang tekun menjalankan shalat sunat di pagi hari tersebut.

Betapa beruntungNya jika kebutuhan hidup, baik secara material maupun spiritual terpenuhi. Karena banyak orang yang hidupNya pincang. Artinya, secara materi mereka memiliki harta berlimpah namun secara psikologi mereka tidak tenang. Manakah “al – jannah” yang didapatkan? Dari segi materi tidak ada masalah, namun dari segi kesehatan mereka bermasalah. Begitu juga harta mereka berlimpah, tetapi konflik dengan pasangan hidup dan dengan anak-anak tidak dapat di hindari. Bahkan konflik yang lebih luas, dengan lingungan sosialnya. Karenanya, orang yang beruntung ialah mereka yang kebutuhan hidupnya secara materi terpenuhi dan hatinya merasa damai.

Shalat dhuha, disamping memacu semangat hidup dalam mencari nafkah, karena merupakan kunci ‘hari ini’ atau kunci dunia seisinya juga sebagai sarana untuk mencapai kekayaan hati.

Bukankah pagi hari merupakan suasana yang memungkinkan bagi seseorang untuk merencanakan sesuatu yang terbaik baginya. Ketika ia mengambil whudu, maka tercerahkanlah isi kepala (otak) karena teraliri air dan psikologinya merasa suci dari hadas. Lalu tegak berdiri mendekat kepada allah dengan harapan-harapan yng tulus ikhlas. Setelah shalat dhuha dua rakaat atau empat rakaat, duduk sejenak untuk beristigfar untuk mensucikan dosa, lalu menyampaikan hajat pada hari itu.

Bedakanlah orang yang ketika menyongsong hari diawali dengan jiwa dan raga dengan mereka yang tergesa-gesa hanya memburu harta benda. Tentu akan berbeda orang yang pertama, memiliki pikiran jernih sehingga sesuatu yang direncanakan hampir tidak menemui kegagalan. Keputusannya lebih tepat dibandingkan dengan orang yang berangkat kerja berbekal hawa nafsu.

Setelah hati jernih dan tercerahkan oleh aktifitas spiritual, maka sebagai seorang islam harus segera bangkit untuk berikhtiar. Yang sangat penting untuk diingat adalah mencari nafkah sesuai aturan allah; memungut yang halal dan menghindari yang haram.

Dalam kaitannya dengan hal itu, Rasullulah saw. Bersabda, “Berpagi-pagilah dalm mencari rejeki dan kebutuhan hidup, karena sesungguhya didalam pagi hari itu terkandung berkah dan keberhasilan.” HR.Ibnu Adi.

Bekerja dengan perencanaan yang matang melalui otak yang jernih dan bersungguh-sungguh hasilnya akan lain. Inilah yang membedakan antara orang yang sukses dan gagal dalam hidupnya. Takaran rejeki itu sudah ditentukan oleh Allah semenjak kita berada dalam kandungan. Itulah yang namanya takdir. Namun yang kita upayakn dalam hal ini adalah tambahan rejeki agar kita bisa mencapai hidup sejahtera dan bahagia.

Melalui shalat dhuha, seseorang dipacu untuk bersemangat dalam berikhtiar dan disertai pula harapan besar dari allah swt yang akan membukakan pintu rahmatNya.

Oleh sebab segala sesuatu hendaknya kita kerjakan dengan istiqamaah (kontinu). Jika hari ini kita berniat untuk mengerjakan shalat dhuha setiap pagi, haruslah dipertahankan sehingga bisa istiqamah. Kemudian, jika mencari pekerjaan atau berikhtiar, hendaknya beristiqamaah pula. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang membiasakan diri dalam pekerjaan mulia secara istiqamaah. Rasulallah saw. Bersabda “Allah menyukai pekerjaan yang dilakukan terus-menerus walaupun pekerjaan itu kecil atau sedikit. HR. Bukhari []

5 Efek Negatif Bangun Terlalu Siang

Bangun tidur pada waktu berbeda bisa memunculkan dampak buruk pada kesehatan.
Pada hari kerja, Anda pasti bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Tetapi saat libur atau cuti panjang yang biasanya terjadi adalah Anda bangun sesiang mungkin seakan ‘balas dendam’, karena setiap hari bangun pagi.

Padahal bangun tidur pada waktu yang sama setiap harinya akan membuat Anda merasa lebih baik. Ada beberapa alasan mengapa Anda tidak perlu menekan tombol untuk menghentikan alarm di ponsel atau jam weker saat hari libur. Karena, bangun tidur pada waktu berbeda bisa memunculkan efek negatif, yaitu.

1. Masalah metabolisme
Jika Anda tidur terlalu lama, tubuh tidak akan berfungsi sesuai ritmenya. Anda akan merasa lapar dalam jangka waktu lama dan hal ini mempengaruhi kecepatan metabolisme. Hal ini akan membuat bobot tubuh meningkat.

2. Lesu
Tidur berlebihan akan membuat Anda merasa lesu karena metabolisme Anda masih bekerja dalam ‘set’ malam hari. Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai sistem dan tidak dapat berfungsi normal. Jika Anda benar-benar ingin tidur sedikit lebih lama, usahakan jangan lebih dari tiga puluh menit.

3. Kehilangan waktu produktif
Para ahli menganggap pagi hari adalah waktu paling produktif karena pikiran Anda masih segar. Jika Anda tidur terlalu lama maka akan akhirnya kehilangan banyak waktu produktif dalam sehari. Sehingga, Anda harus menyelesaikan pekerjaan sampai larut malam dengan terburu-buru.

4. Disorientasi
Tidur terlalu lama membuat Anda sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Kecuali, setelah bangun tidur Anda langsung berolahraga. Lalu, karena metabolisme tidak bisa berhenti otak akan membuat Anda merasa lapar.

5. Sakit kepala
Cairan serebrospinal bergerak ke otak ketika Anda tidur terlalu lama. Kondisi ini, jika berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan sakit kepala parah dan bahkan menyebabkan kebutaan. Jadi, pikirkan lagi jika Anda ingin tidur lebih lama.

Kesimpulan

Secara alamiah, manusia beristirahat di waktu malam. Allah telah mengatur siang dan malam agar manusia dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ketika waktu fajar, kita dibangunkan untuk menunaikan shalat sunat dua rakaat. Kemudian shalat subuh dua rakaat . Di dalam shalat ini seakan-akan Allah mengajarkan kepada kita agar bangkit dan mendorong semangat baru dalam kehidupan baru.

Rasulullah saw. Tidak pernah menyia-nyiakan waktu pagi. Sebab pagi hari merupakan pintu dunia di hari itu. Siapa yang pandai memanfaatkannya ia akan mendapatkan kunci sukses; duduk menunggu matahari terbit. Ini artinya bahwa beliau mengajari para sahabatnya untuk tidak bersikap malas dan tidak meremehkan waktu yang hendak dilalui.

Apabila mengawali penghujung hari dengan disertai shalat dhuha, semangat menjadi termotivasi. Di dalam shalat dhuha ada harapan-harapan baik kepada allah. Adanya harapan akan mendorong kitauntuk berbuat lebih baik di hari itu.

Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa beristiqomah membuka kunci rejeki di hari ini dengan diawali shalat dhuha. Setelah itu bolehlah bertebaran di muka bumi untuk mencari nafkah dan rejeki halal. Bila hal itu dilakukan, insya allah kita akan menjadi terkejut terhadap perubahan hidup kita. Rahasia rejeki berada di tangannya. Dia akan membukaNya dan menambahkanNya kepada seseorang yang tekun menjalankan shalat sunat di pagi hari tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

http://menujuhijau.blogspot.com/2011/12/5-efek-negatif-bangun-terlalu-siang.html#ixzz3NeGrBhpC

Ghazali Imam, Bertambah Kaya Lewat Shalat Dhuha, Mitrapress, Jakarta, 2008

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Januari 2015 in Tak Berkategori

 

Hari Lahir

Nama : Alimah Huda Fitriyani

NPM : 1441170505002

SMT/TA : 1 (satu)/ 2014-2015

Prodi : Menj. Pendidikan Islam ( MPI )

KATA PENGANTAR

Alhamdullilah puji syukur saya panjatkan kehadirat allah swt. Atas rahmat dan hidayahnya dan tak lupa sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar muhammad SAW atas nikmat yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah ini.

Penyusunan karya ilmiah ini masih banyak kekurangannya,oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan,untuk memperbaiki penyusunan karya ilmiah ini dimasa yang akan datang.
Semoga Allah SWT.memberikan balasan atas jasa dan dukungan yang telah diberikan kepada penyusun sehingga terselesaikannya karya ilmiah ini.
Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak,khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi pembaca.

PEMBAHASAN

Arti Hari Lahir dalam Islam

SENIN : SI RUPAWAN

Kamu lahir pada hari senin? Ciri-ciri mereka yang yang lahir hari senin adalah berwajah ceria. Demikian tingkah lakunya, mereka ini periang, memiliki rasa humor yang tinggi, suka menyanyi atau berbuat sesuatu yang enak dilihat (juga menyenangkan orang lain). Maka orang menjulukinya sebagai si ceria.

Ada juga yang menyebutnya sebagai si rupawan, karena memang memiliki daya tarik yang kuat bila berada diantara kerumunan orang. Wajahnya akan tampak “bercahaya” dalam arti menonjol, ciri khasnya: Murah senyum, maka wajah enak dipandang, meski pada saat itu hatinya sedang galau. Inilah kelebihannya, karena begitu rapinya menyimpan segala sesuatu yang bergejolak dalam hatinya. Maka amat layak sebagai simbol ”hari pertama” dalam memasuki harapan baru setelah melalui sepekan waktu untuk pekan berikutnya.

SELASA : SI KHARISMA

Mereka yang lahir pada hari selasa, ciri-ciri khasnya: memiliki kharisma, ini yang membuat mereka disegani dan diakui keberadaannya. pada umumnya anak selasa memang mempunyai bakat sebagai pemimpin, modalnya punya rasa percaya diri, bila cowok pada umumnya memiliki penampilan yang tegap. bila cewek memancarkan keanggunan, pokoknya memiliki daya tarik tersendiri.

Ada juga yang berbakat tampil sebagai orang panggung misalnya sebagai artis, penampilannya penuh daya pikat, maka tak heran mereka yang lahir hari selasa cenderung memilih karirnya dibidang seni peran (tampil di panggung). Bila menjadi politikus mereka berbakat sebagai orator, sebagai bisnismen atau women, mereka cenderung memilih bidang public relations atau promotor. Penampilannya memang mengesankan.

RABU : SI DERMAWAN

Mereka yang lahir pada hari rabu dikenal sebagai si dermawan, penuh kasih sayang, sumber kenyamanan (cinta) dan punya rasa yang tebal (manusiawi banget). Karena itu mereka mudah jatuh iba (kadang berlebihan) ini membuat mereka sentimental, bahkan kadang-kadang kurang tepat sasarannya.

Memberi dan memberi merupakan kebiasaannya, kalbunya memang dipenuhi minat untuk memberi orang lain sesuatu, apa saja yang mereka miliki. karena kebiasaannya memberi membuat banyak orang yang tergantung padanya, dampak negatif karena karena membuat yang diberi tidak mandiri, bahkan kadang menjadi bumerang. Karena hatinya didera penderitaan orang lain. Si anak rabu memang memiliki rasa empati yang dalam. untuk itu mereka dijuluki sebagai anak yang penuh kasih sayang.

KAMIS : SI PEKERJA

Kamukah yang termasuk dalam kelompok mereka yang lahir kamis? ciri khasnya adalah suka bekerja, baginya bekerja seperti bernafas, maka untuk hidup mereka perlu bekerja dan bekerja. artinya ada saja kegiatannya, sehingga seperti tidak bisa diam. bahkan mereka yang dilahirkan hari kamis tidak sedikit yang hiperaktif.

Paling asyik memang bekerja sama dengan si anak kamis bisa dipastikan hasilnya memuaskan, karena mereka bekerja dengan penghayatan dan ketulusan.lalu mereka menikmati buah kegiatannya sebagai karya seni (sangat menghargai). ini yang membuatnya selalu berbuat semaksimal mungkin.bila mengalami jalan buntu, mereka akan mengatasinya dengan mengerahkan segenap kemampuan dan kreatifitasnya. kalau toh masih buntu mereka akan mencari dalam buku, tanya pada pakar atau tak segan mengambil pelajaran tambahan. Faktor ini yang membuat si anak kamis suka belajar dan belajar untuk mengembangkan karyanya.

JUMAT : SI PEMURUNG

Mereka yang lahir pada hari jumat disebut sebagai si pemurung, karena mudah sedih. Ada persoalan sedikit saja dimasukkan dalam hati, yang membuatnya tersiksa kalau ada masalah dipikirkannya dalam-dalam, bahkan sampai menguras air mata. oleh karena itu mereka yang lahir pada hari jumat duijuluki sebagai si pemurung atau mudah sedih.

Karena gampang sedih mereka sulit ceria. ini akan nampak pada penampilannya sehari-hari yang dapat kita jumpai: murung dan murung, kadang sebetulnya tak perlu dipikirkan dalam, mereka justru mempersoalkannya. jadi hidupnya repot penuh problem.

SABTU : SI PELANCONG

Mereka yang lahir pada hari sabtu selalu hidup dalam gerak dan keriangan, karena itu dijuluki sebagai si pelancong. bagi yang melancongnya keterlaluan, jadilah si petualang. ada saja idenya untuk bisa pergi melancong dan membutuhkan keberanian.

Si pelancong mempunyai ciri khas: sifat ulet tak mudah menyerah dan lelah, berani bertanya dan jiwanya selalu tertantang untuk tahu banyak tentang berbagai hal, khususnya hal-hal baru mengenai gaya hidup. Modalnya mudah bergaul, sportif dan bisa menerima orang apa adanya, hanya tersenyum bila mengalami kegagalan.

MINGGU : SI OPTIMIS

Mereka yang lahir hari minggu ciri-cirinya: periang, optimis, selalu merasa bugar. karena ciri-cirinya yang positif itu konon membuat mereka yang lahir pada hari minggu jarang terserang stress, mereka senantiasa tampak bugar dan ceria sekalipun mengalami kegagalan.

Mereka yang lahir pada hari minggu pada umumnya suka menikmati hidup dalam arti mengisi hari-harinya dengan langkah mantap penuh harapan. Bila ada problem hanya dianggap sebagai riak-riak kecil. oleh karena itu mereka siap bertralala-trilili setiap saat. Mereka dijuluki sebagai pribadi yang selalu ceria.

Hari Lahir Menurut Prinbon

1. Ahad

Baik zhoirnya.

Jalannya matahari, adat dan hatinya suka panasan. Hatinya selalu besar, ingatannya kuat, tinggi hati, suka meminta bantuan pada keluarganya. Tetapi ia suka menolong dan memberi. Tidak suka turut campur urusan orang lain. Pandai bicara, berani memerintah orang tua, artinya berani mengemukakan pendapatnya di depan orang yang lebih tua, atau kepada orang tuanya.

2. Senin

Baik segala yang dikerjakan.

Jalannya bintang.

Adat dan hatinya baik, tapi tidak dapat diremehkan. Kemauannya keras, tidak dapat dipatahkan. Senin adalah hari lahir Nabi Muhammad SAW, bicaranya tegas dan terang, senang bekerja baik, tidak mau melakukan kejahatan, jujur dan ikhlas.

3. Selasa

Tidak mudah dipercaya.

Jalannya bulan.

Keadaan bulannya tidak tetap. Demikian pula orang yang lahir pada hari ini hari cepat berubah.

Sering kali orang menaruh kebencian kepadanya. Adatnya kurang baik. Hatinya panasan dan penasaran. Suka ingin tahu urusan orang lain, atau sok tau.

4. Rabu

Senang terhadap segala macam pekerjaan.

Jalannya bumi.

Sifat bumi diam dan sabar. Adat dan hatinya kalau baik terlalu baik, tetapi kalau buruk akan Sangat buruk. Sandang dan pangan tidak sukar.

Pendiam, tidak suka banyak bicara. Bahasanya kasar, adatnya baik dan adakalanya tidak baik.

5. Kamis

Suka berfikir.

Jalannya api.

Adatnya tidak tetap, hatinya sellu berubah. Sebentar panas, sebentar dingin, sebentar begini, sebentar begitu. Lebih panjang usia dari orang yang menjadi suami atau istrinya. Disegani orang, keinginannya mudah tercapai, dan bahasanya kaku.

Tidak dapat menjaga tali persahabatan. Tidak suka berterus terang, adatnya pemarah, tetapi mudah dibujuk orang.

6. Jum’at

Suka kebersihan dan kerapihan.

Jalannya penderita,suka jalan melarat.

Suka pura-pura halus, mau melakukan jaln sukar karena sesuatu maksud. Hartanya dapat diminta oleh keluarganya. Suka memberi kepada orang lain atau kepada keluarganya. Suka mencari ilmu pengetahuan. Tetapi bila sudah memulai atau sedang asyik bekerja segan untuk menghentikannya.

7. Sabtu

Suka berhias.senang rapih.

Jalannya angin.

Adat dan hatinya mantap, pandang mundur, tetapi sering kali dibenci orang. Baginya mudah untuk mencari makanan dan pakaian. Bisa bekerja.

Bisa berdagang. Jika berdagan, dagangannya laris. Bila melalukan beberapa pekerjaan, dengan senang hati. Kalau berdagang cepat mendapat keuntungan.

KESIMPULAN

Senin : Ciri-ciri mereka yang yang lahir hari senin adalah berwajah ceria. Demikian tingkah lakunya, mereka ini periang, memiliki rasa humor yang tinggi. Adat dan hatinya baik, tapi tidak dapat diremehkan. Kemauannya keras.

Selasa : Ciri-ciri khasnya: memiliki kharisma, ini yang membuat mereka disegani dan diakui keberadaannya. pada umumnya anak selasa memang mempunyai bakat sebagai pemimpin, modalnya punya rasa percaya diri. Hatinya penasaran, suka ingin tau urusan orang lain, atau sok tahu.

Rabu : Mereka yang lahir pada hari rabu dikenal sebagai si dermawan, penuh kasih sayang, sumber kenyamanan (cinta) dan punya rasa yang tebal (manusiawi banget). Adat dan hatinya kalau baik terlalu baik, tetapi kalau buruk akan sangat buruk.

Pendiam, tidak suka banyak bicara. Bahasanya kasar, adatnya baik dan adakalnya tidak baik.

Kamis : Ciri khasnya adalah suka bekerja, baginya bekerja seperti bernafas, maka untuk hidup mereka perlu bekerja dan bekerja. artinya ada saja kegiatannya, sehingga seperti tidak bisa diam. bahkan mereka yang dilahirkan hari kamis tidak sedikit yang hiperaktif.
Tidak dapat menjaga tali persahabatan. Tidak suka berterus terang, adatnya pemarah, tetapi mudah dibujuk orang.

Jum’at : Suka kebersihan dan kerapihan. Jalannya penderita, suka jalan melarat.

Sabtu : Mereka yang lahir pada hari sabtu selalu hidup dalam gerak dan keriangan, karena itu dijuluki sebagai si pelancong. bagi yang melancongnya keterlaluan, jadilah si petualang. ada saja idenya untuk bisa pergi melancong dan membutuhkan keberanian. Suka berhias dan kerapihan.

Minggu : Mereka yang lahir hari minggu ciri-cirinya: periang, optimis, selalu merasa bugar. karena ciri-cirinya yang positif itu konon membuat mereka yang lahir pada hari minggu jarang terserang stress, mereka senantiasa tampak bugar dan ceria sekalipun mengalami kegagalan.

DAFTAR PUSTAKA

http://harilahirmenurutpandanganislam.com

Ambarwati Lia,Primbon Nusantara.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Januari 2015 in Tak Berkategori

 

HARI NAAS

Nama : Nunung Nurjanah

NPM : 1441170505019

Semester : 1 ( Satu )

Prodi : Manajemen Pendidikkan Islam

PENDAHULUAN

Tuhan Maha Baik, tentu semua ciptaanNYA baik. Tidak ada yang buruk. Keburukan, lahir dari perbandingan akal manusia, atau kurangnya intensitas kebaikan. Jadi sebenarnya tidak ada keburukan hakiki. Manusia sebagai bagian dari semesta, tentu sedikit banyaknya dipengaruhi oleh semesta. Namun terkadang tanpa kita sadari kita sering berburuk sangka terhadap hal yang kurang baik yang kita alami bahkan kita sring menyebutnya kalau itu hari naas.

Sementara yang dimaksudhari-hari naas, adalah hari dimana kondisi alam sedemikian rupa sehingga mudah bagi manusia untuk kehilangan keseimbangan jiwanya. Pada gilirannya gampang mendapat kecelakaan, lalu kita sebut itu sebagai hari naas. Padahal sebenarnya, hari naas itu adalah hari dimana membutuhkan ingatan pada Tuhan yang lebih banyak. Dan disisi lain, butuh lebih banyak bersedekah dibanding hari lain untuk menciptakan keseimbangan kosmik.

PEMBAHASAN

Kadang kita menjatuhkan kesalahan atau keburukan di waktu tertentu dengan menyatakan hari naas ( sial ) atau hari mujur. Kata “naas” itu sendiri terambil dari akar kata bahasa Arab nahs yang biasa diterjemahkan sial. Kata ini ditemukan dalam al-Qur’an. Yang berbentuk tunggal dalam kata “hari sial” (yawmnahs) dalam ayat 19 surah al-Qamar (QS. al-Qamar [54] : 19)

إِنَّآأَرْسَلْنَاعَلَيْهِمْرِيحاًصَرْصَراًفِىيَوْمِنَحْسمُّسْتَمِرٍّ

"Sesungguhnya telah Kami kirimkan angin Sharshar (keras dan dingin) di hari yang penuh Na’as yang berkepanjangan."

Hari naas juga dapat di artikan hari dimana kondisi alam sedemikian rupa sehingga mudah bagi manusia untuk kehilangan keseimbangan jiwanya. Pada gilirannya gampang mendapat kecelakaan, lalu kita sebut itu sebagai hari naas. Padahal sebenarnya, hari naas itu adalah hari dimana membutuhkan ingatan pada Tuhan yang lebih banyak. Dan disisi lain, butuh lebih banyak bersedekah dibanding hari lain untuk menciptakan keseimbangan kosmik.

Mempercayai adanya hari-hari tertentu sebagai hari naas atau sial merupakan perbuatan yang tercela dalam agama. Dalam al-Fatawa al-haditsah, karya Ibnu Hajar al-Haitamy disebutkan :

وَسُئِلَ نفع الله بِعُلُومِهِ: السُّؤَال عَن النحس والسعد وَعَن الْأَيَّام والليالي الَّتِي تصلح لنَحْو السّفر والانتقال مَا يكون جَوَابه؟ فَأجَاب رَضِي الله عَنهُ مَنْ يَسْأَلْ عَنِ النَّحْسِ وَمَا بَعْدَهُ لإِيْجَابٍ إِلاَّ بِاْلإِعْرَاضِ عَنْهُ وَتَسْفِيْهِ مَا فَعَلَهُ وَيُبَيِّنُ لَهُ قُبْحَهُ وَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ سُنَّةِ الْيَهُوْدِ لاَ مِنْ هَدْيِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَى خَالِقِهِمْ وَبَارِئِهِمِ الَّذِيْنَ لاَ يَحْسَبُوْنَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ. وَمَا يُنْقَلُ مِنَ الأَيَّامِ الْمَنْقُوْطَةِ وَنَحْوِهَا عَنْ عَلِيِّ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ بَاطِلٌ كَذِبٌ لاَ أَصْلَ لَهُ فَلْيَحْذَرْ مِنْ ذَلِكَ.

Artinya : Beliau (Ibnu Hajar al-Haitamy) ditanya tentang naas dan bahagia, hari dan malam yang baik untuk melakukan seperti perjalanan dan pindah, apa jawabnya ? Beliau menjawab : Barangsiapa yang menanyakan tentang sial dan hal-hal sesudahnya, maka jangan dijawab, kecuali untuk ditinggalkannya dan menganggap bodoh tindakannya serta menjelaskan keburukannya. Semua itu merupakan perilaku orang Yahudi, bukan petunjuk orang Islam yang bertawakal kepada Yang Maha Penciptanya, tidak berdasarkan hitung-hitungan dan terhadap TuhanNya selalu bertawakal. Dan apa yang dikutip tentang hari-hari nestapa dan semisalnya dari Ali karamallahu wajhahu adalah batil dan dusta serta tidak ada dasarnya sama sekali, maka berhati-hatilah dari semua itu.

Nabi SAW bersabda :

لا عدوى ولا طيرة . ويعجبني الفأل . قال قيل : وما الفأل ؟ قال : الكلمة الطيبة

Artinya : Tidak ada penularan (tanpa kehendak Allah) dan tidak ada sial dan yang membuat ku terkagum adalah tafa-ul. Ada yang bertanya : “Apa itu tafa-ul?” Rasulullah bersabda : “Tafa-ul yaitu kalimat yang baik.” (H.R. Muslim)

Semua dikembalikan pada I`tiqod dan keyakinannya. Apabila meyakini bahwa hari-hari tertentu menunjukkan pengetahuan gaib atau yang mengendalikan nasib dan peristiwa bumi maka jelas tidak boleh namun apabila didasarkan hanya pada kebiasaan kondisi alam tertentu, dan semuanya tetap dikembalikan pada kehendak dan kekuasaan Allâh, seperti perkiraan cuaca, arah angin, musim dan lain-lain, maka hukumnya diperbolehkan. Hal ini sesuai sabda Nabi saw dan sebuah hadits qudsi;

"Hamba-hambaku akan menjadi iman dan kafir dengan-Ku, hamba yang mengatakan; kita dihujani karena anugrah Allah, maka ia beriman dengan-Ku dan kafir dengan bintang, dan hamba yang mengatakan; kita dihujani karena keadaan bintang tertentu, maka dia kafir dengan-Ku dan iman dengan bintang."

Dengan demikian kita harus yakin bahwa hanya Allah sajalah yang Maha Kuasa. Dialah pengatur siang dan malam dan Dialah juga yang menguasainya.Mempercayai adanya penguasa selain Allah atau mempercayai bahwa hari dan malam dapat mempercayai keadaan mujur atau sial tanpa keterlibatan Allah dapat mengantarkan kepada kemusyrikan atau menyekutukannya dengan sesuatu.

Setelah kita sama-sama membaca dalil Al-quran dan hadits tentang hari naas, masih kah kita akan menganggap kalau sesuatu yang kurang baik itu hari naas? Semuanya kita balikan kembali kepada keyakinan kita masing-masing.

KESIMPULAN

Bisa diartikan bahwa hari baik dan buruk itu sebagai hari yang penuh dukungan bagi yang baik dan lepasnya perlindungan bagi yang buruk. Maksudnya pada hari – hari yang baik itu terdapat berkah-berkah dan keuntungan-keuntungan alami dan ruhani bagi manusia. Sedangkan yang buruk semacam terlepasnya perlindungan hingga balasan terhadap kesalahan – kesalahan manusia dapat dengan lebih mudah mendatanginya.Namun mengenai hari baik ataupun buruk itu hanya Tuhan yang tahu.

DAFTAR PUSTAKA

a. IbnuHajar al-Haitami, al-Fatawa al-Haditsiyah, DarulFikri, Beirut, Hal. 20.

b. Imam Muslim, Shahih Muslim, MaktabahDahlan, Indonesia, Juz. IV, Hal. 1746, No. Hadits : 2224

c. Al-Sanady, Hasyiah al-Sanady ‘ala Sunan Ibnu Majah, Maktabah Syamilah, I, Hal. 77

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Januari 2015 in Tak Berkategori

 

SAAT MENSTRUASI

Nama : Nurkholilah Mabruk Hidayat

NPM : 1441170505015

Semster : 1 ( Satu )

Prodi : Manajemen Pendidikan Islam

SAAT MENSTRUASI ( HAID )

PENDAHULUAN

Secara bahasa, haid adalah mengalirnya sesuatu. Adapun tentang pengertiannya yang syar`i, haid adalah darah yang keluar pada waktu-waktu tertentu dari organ khusus wanita secara alami tanpa adanya sebab, bukan karena sakit, luka atau keguguran atau selesai melahirkan. Haid ini keadaannya berbeda-beda tergantung keadaan masing-masing wanita.

Allah Ta`ala berfirman :

Dalam surah Al Baqoroh. 222. “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.

Dalam ayat di atas Allah menjadikan batasan larangan menyetubuhi istri yang sedang haid adalah sampai selesainya haid (suci), bukan batasan hari. Jadi hukum haid berlaku selama ada darah yang keluar berapapun lama waktunya.

PEMBAHASAN

A. DEFINISI MENSTRUASI

Dalam Madzhab Syafi’i dikatakan bahwa Menstruasi / Haidh adalah darah yang keluar dari alat kelamin perempuan yang sehat ( tidak terserang penyakit ) yang menyebabkan keluarnya darah, usianya telah mencapai Sembilan tahun atau lebih dan tidak karena melahirkan.

Ungkapan darah yang dimaksud adalah darah yang mempunyai warna, warna darah itu ada 5 macam yaitu :

a. Hitam inilah yang paling kuat menurut mereka

b. Merah yaitu warna darah yang kekuatannya dibawah darah yang berwarna hitam

c. Merah kekuning-kuningan, darah ini kekuatannya dibawah darah merah

d. Keruh, darah yang kekuatan darahnya di bawah darah hitam

e. Kuning , darah ini berada di bawah darah keruh

Ungkapan “yang keluar dari alat kelamin perempuan”pengertiannya adalah pangkal rahim. Menurut mereka darah haidh itu keluar dari otot yang berada dipangkal rahim baik perempuan itu sedang hamil atau tidak. Karena menurut ulama syafi’iiyah perempuan yang itu mungkin mengeluarkan darah haidh sebagaimana pendapat ulama Malikiyyah, berbeda dengan ulama Hanafiyah dan Hanabilah. Masa mennstruasi bagi perempuan yang hamil dihitung seperti kebiasaannya ketika ia tidak dalam keadaan hamil. Maka darah yang keluar darah selain rahim dapat dipastikan tidak disebut darah haidh, baik darah itu keluar alat kelamin sebagaimana yang keluar lantaran sobeknya selaput darah, keluar dari dubur atau dari bagian badan yang lain.

B. WAKTU MENSTRUASI

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa menstruasi ( haid ) itu takkan terjadi sebelum anak perempuan mencapai umur sembilan tahun.jadi kalau dia melihat dari farjinya keluar darah,padahal umurnya belum mencapai 9 tahun, itu bukan darah menstruasi, tapi darah penyakit.

Keluarnya darah ini biasannya berlangsung tiap bulan sekali sampai masa monopause. Dalam hal ini tak ada dalil yang menunjukan adanya batas umur tertentu bagi terhentinya darah menstruasi.jadi sekalipun sudah tua,apabila masih melihat keluarnya darah dari farjinya,itupun masih tergolong darah menstruasi.

C. WARNA DARAH MENSTRUASI

Namun demikian ada warna-warna lain bagi darah menstruasi, selain sifat umum yang dijadikan patokan tersebut. Warna-warna yang bisa disaksikan oleh wanita yang bersangkutan selama dalam menstruasinya, yang umumnya ada 6 macam, yaitu hitam, merah, kuning, keruh, hijau dan kelabu.

Darah yang berwarna hitam atau merah, para ulama sepakat bahwa itu darah menstruasi, berdasarkan hadist sebagai berikut:

Artinya : “Dari ‘Urwah, dari fathimah binti abi Jahsy, bahwa ia mengeluarkan darah. Maka bersabarlah Nabi kepadanya:” kalau itu darah menstruasi, maka warnanya kelihatan hitam. Bila demikian halnya, maka berhentilah kamu shalat. tapi kalau tidak demikian, maka berwudhulah lalu shalat. Karena hanyalah gangguan otot.”

Menurut Asy-Syaukani, hadist diatas merupakan dalil warna hitam itu bisa menjadikan patokan dalam meneliti sifat darah. Artinya bahwa darah itu berwarna hitam, itu darah menstruasi. Sedang kalau berwarna lain, berarti Istihadhah.

Artinya : ” itu tak lain penyakit yang menimpa (Mu), atau gangguan syaitan, atau otot yang putus.

D. BERAPA LAMAKAH BERLANGSUNGNYA DARAH MENSTRUASI KELUAR?

Darah menstruasi keluarnya paling sedikit selama 3 hari 3 malam, sebanyak-banyaknya 15 hari dan yang sedang selama 5 hari dalam hal ini bukan berarti harus keluar terus-terusan tanpa ada hentinya selama masa-masa tersebut.Tapi bila darah terasa mulai keluar, sesudah itu reda, kemudian keluar lagi, maka semuanya dianggap menstruasi.

Banyak hadist yang menjadi dasar dari ketentuan masa menstruasi tersebut.

Artinya :” Dari Ar-Rabi’bin Shabih, bahwa dia pernah mendengar Anas (Sahabat Nabi SAW.) Mengatakan: “Menstruasi tak lebih dari 10 hari.”

Dalam pada itu Syaikh Mahmud Khithab As-Subki mengatakan : “ Tidak diragukan lagi, bahwa masa menstruasi yang tiga atau sepuluh hari itu tidak di persyaratkan keluarnya darah terus-menerus selama itu tanpa ada hentinya. Tapi yang penting darah itu keluar pada awal dan akhir masa menstruasi. Bahkan kalau seorang wanita melihat dirinya mengeluarkan darah pada saat terbit fajar di hari Sabtu umpamanya, dan darah itu terus-menerus keluar dan baru berhenti ketika terbenam Matahari pada hari Senin, itu bukanlah darah menstruasi.

Kemudian dari ‘Utsman bin Abi Al-‘Ash ra. Bahwa dia mengatakan :

Artinya : “ Bila wanita mengeluarkan darah menstruasi lebih sepuluh hari, maka kedudukannya seperti wanita yang istihadhah. Dia wajib mandi lalu shalat.”

E. MASA SUCI ANTARA DUA MENSTRUASI

Masa suci antara dua menstruasi minimal 15 hari, demikian menurut kebanyakan ulama, meski ada juga segolongan yang berpendapat hanya 13 hari saja.

Adapun masa suci yang terpanjang tidaklah ada batasnya. Karena kadang-kadang bisa mencapai lebih dari setahun, kecuali bagi wanita yang menderita istihadhah. Bagi dia menstruasinya dihitung 10 hari dan sucinya 15 hari. Sedang nifasnya dihitung 40 hari.

Dan hal ini, juga bagi wanita yang baru sekali itu mengalami menstruasi. Adapun bagi yang sudah pernah menstruasi, hingga ia tau berapa lama adatnya bila ia datang bulan, dan ternyata kali ini menstruasinya atau nifasnya lebih dari biasanya melebihi masa menstruasi atau nifas yang terpanjang, maka ia harus berpegang pada kebiasaannya. Dan selebihnya dianggap istihadhah.

F. HAL-HAL YANG BOLEH DILAKUAN BAGI ORANG YANG SEDANG MENSTRUASI

Berikut adalah beberapa hal yang diperbolehkan oleh hukum Islam untuk dilakukan oleh wanita yang sedang mengalami haid atau menstruasi:

  • Wanita yang sedang datang bulan boleh mendengarkan pembacaan ayat-ayat Al-Quran, menghayati isi dan artinya serta menangis
  • Wanita yang sedang datang bulan boleh melakukan zikir dan mendoakan hal yang baik bagi sesama
  • Menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang yang dikasihinya demi nama Allah diperbolehkan
  • Boleh membaca kisah tentang orang-orang benar dan berdoa bagi mereka
  • Wanita yang sedang datang bulan diperbolehkan untuk mendoakan nabi Muhammad yaitu supaya Allah memberkati dan memberikan kedamaian kepada beliau
  • Meminta pengampunan atas dosa-dosanya
  • Terlibat dalam komunitas yang diikutinya dan membantu sesama
  • Introspeksi diri mengenai kehidupannya serta mengucap syukuri kepada Allah atas semua berkat-berkat Nya
  • Wanita yang sedang datang bulan diperbolehkan untuk menghadiri acara maupun kelas-kelas keagamaan, dengan demikian ia dapat menambah pengetahuannya mengenai Islam dan lebih mencintai agama, Rasullulah serta Allahnya.
  • Boleh mengunjungi makam

G. LARANGAN BAGI ORANG YANG SEDANG MENSTRUASI

Bagi wanita yang sedang menstruasi, ia tidak diperbolehkan diantaranya :

  • Tentu saja wanita yang sedang datang bulan tidak boleh melakukan Shalat 5 waktu
  • Selain itu mereka juga tidak boleh berpuasa pada bulan Ramadhan. Jika selama bulan Ramadhan mereka telah selesai masa haidnya dan sudah membersihkan diri maka wanita dapat kembali melakukan puasa seperti yang diperintahkan Allah dalam Al Qur’an.
  • Wanita yang sedang datang bulan atau haid tidak diperbolehkan memasuki Masjid
  • Mereka juga tidak boleh menyentuh salinan dari Kitab Suci Al Quran
  • Wanita haid dilarang membaca ayat-ayat yang ada di Al Quran
  • Wanita yang sedang mengalami haid atau menstruasi tidak boleh menunaikan ibadah haji

H. SEBAB MENSTRUASI

Adapun sebab terjadinya menstruasi adalah karena fitrah atau pembawaan belaka yang dianugrahkan Allah Ta’ala kepada kaum wanita anak cucu Adam sebagai cobaan, apakah dengan itu mereka tetap patuh kepadaNya hingga berhak mendapat pahala dari-Nya atau tidak. Demikian sebagaimana dapat kita baca dalam sebuah Hadist Riwayat ‘Aisyah ra. Bahwa Nabi saw. Pernah mengatakan tentang menstruasi :

Artinya :“sebenarnya ini adalah hal yang telah menjadi ketetapan Allah atas putri-putri Nabi Adam“ .

KESIMPULAN

Menstruasi atau haid adalah darah yang keluar dari rahim seorang wanita pada waktu-waktu tertentu yang bukan karena di sebabkan oleh suatu penyakit atau adanya proses persalinan, dimana keluarnya darah itu merupakan sunnatulloh yang telah ditetapkan oleh allah kepada seorang wanita. Sifat darah ini berwarna merah kehitaman yang kental, keluar dalam waktu tertentu, bersifat panas, dan memiliki bau yang khas atau tidak sedap.

Haid adalah sesuatu yang normal tejadi pada seorang wanita, dan pada setiap wanita kebiasaannya pun berbeda-beda. Ada yang ketika keluar haid ini disertai dengan rasa sakit pada bagian pinggul, namun ada yang tidak merasakan sakit. Ada yang lama haidnya 3 hari, ada pula yang lebih dari 10 hari. Ada yang ketika keluar didahului dengan lendir kuning kecoklatan, ada pula yang langsung berupa darah merah yang kental. Dan pada setiap kondisi inilah yang harus dikenali oleh setiap wanita, karena dengan mengenali masa dan karakteristik darah haid inilh akar dimana seorang wanita dapat membedakannya dengan darah-darah lain yang keluar kemudian.

Wanita yang haid tidak dibolehkan untuk sholat, puasa, thowaf, menyentuh mushaf, dan berhubungan intim dengan suami pada kemaluannya. Namun ia diperbolehkan membaca Al-Qur’an dengan tanpa menyentuh mushaf langsung ( boleh dengan pembatas atau dengan menggunakan media elektronik seperti komputer, ponsel, ipad, dll ), berdzikir, dan boleh melayani atau bermesraan dengan suaminya kecuali pada kemaluannya.

DAFTAR PUSTAKA

1. Al-jamal Muhammad, Ibrahim. Alih Bahasa ; Anshori Umar. Fiqih Wanita. Semarang : CV. Asy Syifa, 1406

2. Salim, Abdul Malik kamal bin As-Sayyid. Fiqhus Sunnah lin Nisaa’. Bogor : Pustaka Ibnu Katsir, 2007

3. http.Ilmuku-ilmumu.blogspot.com.Pengertian Haid

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Januari 2015 in Tak Berkategori

 

KEDUTAN

Nama : Hasnul Rasyid

NPM : 1441170505025

Mata Kuliah : Kajian Keislaman

Nama Dosen : Iwan Hermawan S.Ag.M.Pdi

SMT/TA : 1 / 2014-2015

Fak./Prodi : FAI / Manajemen Pendidikan Islam

LATAR BELAKANG

Berkedut-kedut atau kedutan yang biasa terjadi di tubuh kita, tidak hanya terjadi di suatu tempat saja, namun juga terjadi di beberapa bagian tubuh kita. Kedutan di alami oleh semua manusia, baik wanita maupun pria. Umumnya kedutan itu berdenyut kencang atau berkedut-kedut di salah satu bagian anggota tubuh kita. Ternyata secara sadar maupun tidak di sadari kedutan mempunyai makna atau arti tersendiri, mungkin ini adalah cara tubuh kita "berkomunikasi" kepada kita sebagai pemilik tubuh.

Didalam primbon Jawa (pedoman orang-orang jawa jaman dahulu), gejala atau fenomena yang terjadi pada tubuh kita, yaitu ada bagian-bagian tubuh yang bergerak atau berkedut-kedut(kedutan) merupakan firasaat tentang sesuatu yang akan terjadi pada kita, seperti yang sudah saya sebut diatas, kedutan merupakan cara tubuh kita "berkomunikasi’ dengan kita sebagai pemilik tubuh. Bagi orang jawa, kedutan mempunyai arti khusus. Dalam Islam tidak dikenal arti-arti kedutan, gejala alam dan pertanda yang dibawanya. Hanya tabir mimpi memang diakui dalam Islam sebagai satu-satunya pertanda yang diakui sebagaimana yang terdapat dalam sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a yang berbunyi, “Mimpi seorang mukmin sebagian dari seperempat puluh enam bagian dari kenabian.” (HR. Bukhari,Muslim).

PEMBAHASAN

Setelah kita mengetahui latar belakang dari pembahasan tentang kedutan yang memang banyak perbedaan dari berbagai pihak mengenai arti, makna, dan hukumnya. Ada baiknya sebelum membahas pandangan – pandangan pembahasan ini, terlebih dahulu kita mengetahui arti- arti dari kedutan yang terjadi pada tubuh kita. Agar kita dapat menyatukan opini yang benar mengenai Kedutan dari sumber terbaik yaitu Alqur’an dan Hadist.

Berikut ini hanya sekedar pengetahuan semata mengenai makna atau arti dari kedutan pada tubuh kita yang dapat saya rangkum dari Primbon Jawa:

v Jika mengalami kedutan di seluruh kepala artinya akan melihat yang aneh-aneh atau ajal sudah dekat.

v Jika mengalami kedutan di dahi artinya akan mendapat harta atau ilmu pengetahuan.

v Jika mengalami kedutan di tengkuk artinya akan di cintai orang kaya.

v Jika mengalami kedutan di alis yang kanan artinya akan berbahagia,tapi didahului oleh kesukaran.

v Jika mengalami kedutan di alis yang kiri artinya akan mendapat kesenangan hati,bertemu keluarga.

v Jika mengalami kedutan di kelopak mata kanan artinya akan mendapat keuntungan.

v Jika mengalami kedutan di kelopak mata kiri artinya akan bertemu dengan orang yang di cintai.

v Jika mengalami kedutan di kelopak mata kanan bawah artinya akan bersedih.

v Jika mengalami kedutan di kelopak mata kiri bawah artinya akan bersedih hati juga.

v Jika mengalami kedutan di ekor mata kanan sebelah atas artinya akan sembuh dari sakit.

v Jika mengalami kedutan di ekor mata kiri sebelah atas artinya akan bertemu keluarga yang jauh.

v Jika mengalami kedutan di ekor mata kanan sebelah bawah artinya akan bertemu orang jauh.

v Jika mengalami kedutan di ekor mata kiri sebelah bawah artinya akan sakit

v Jika mengalami kedutan di biji mata kanan artinya akan bersedih hati.

v Jika mengalami kedutan di pipi kanan artinya akan panjang usia.

v Jika mengalami kedutan di pipi kiri artinya akan sembuh dari sakit.

v Jika mengalami kedutan di lidah artinya akan makan enak.

v Jika mengalami kedutan di anak lidah artinya akan mendapat hura-hura.

v Jika mengalami kedutan di kerongkongan sebelah kanan artinya akan mendpat kesenangan.

v Jika mengalami kedutan di kerongkongan sebelah kiri artinya akan dapat harta

v Jika mengalami kedutan di leher artinya akan dapat kebajikan

v Jika mengalami kedutan di dagu kanan artinya akan berkawan dengan orang kaya.

v Jika mengalami kedutan di dagu kiri artinya akan bertambah ilmu pengetahuan.

v Jika mengalami kedutan di bahu kiri artinya akan mendapat hadiah.

v Jika mengalami kedutan di bahu kanan artinya akan mendapat harta.

v Jika mengalami kedutan di belikat kanan artinya akan mendapat pakaian baru.

v Jika mengalami kedutan di belikat kiri artinya akan mendapat harta

v Jika mengalami kedutan di hasta kanan artinya akan mendapat ketenangan.

v Jika mengalami kedutan di mata kaki kiri artinya akan mendapat kabar baik.

v Jika mengalami kedutan di jempol kaki kanan artinya akan ada kematian keluarga.

v Jika mengalami kedutan di jempol kaki kiri artinya akan bertemu sahabat.

v Jika mengalami kedutan di sikut kanan artinya akan merasakan jatuh cinta

v Jika mengalami kedutan di sikut kiri artinya akan bertemu saudara jauh.

v Jika mengalami kedutan di daun telinga kanan artinya akan mendapat uang tak terduga

Setelah kita mengetahui makna atau arti dari kedutan pada tubuh kita. Terlepas dari mitologi itu, kedutan merupakan pertanda terjadi sesuatu di dalam tubuh kita yang penafsirannya dapat kita lihat dari beberapa sudut pandang.

Asal-usul Primbon Jawa

Primbon jawa berbeda dengan zodiak yang anda pernah baca di dalam majalah.Dahulu masyarakat indonesia sangat menggantungkan hidupnya pada alam (pertanian) untuk bertahan hidup. Merekapun terdorong dan mendalami, mencermati dan mempelajari gejala- gejala alam agar mendapatkan hasil yang lebih baik dan terhindar dari kegagalan. Ingatan-ingatan itu kemudian di catat ketika orang jawa mulai mengenal tulisan.dahulu tulisan-tulisan tersebut di catan menggunkan daun tal(siwalan).nah ,karena tulisan daun tal tersebut,maka sering di sebut tulisan ron tal( dalam bahasa jawa,ron berarti daun) atau sering di plesetkan menjadi Lontar. Lama-kelamaan,catatan-catatan tersebut di tulis pula di atas kertas tradisional dari kulit kayu( dluwang gedong) kertas cina atau kertas eropa.

Catatan-catatan fenomena alam yang polanya telah di uji berulang-ulang secara empiris tersebut,sebagian mulai di tata menjadi sistem penanggalan,sistem musim, dan sisi rasi bintang.sebagian lagi di pakemkan menjadi catatan tanda-tanda alam,seperti letak tahi lalat,kedutan,mimpi,dlsb.Selain untuk pengetahuan obat-obatan dari alampun mulai di catatkan.begitu juga dengan ilmu kesaktian serta dongan dan cerita karangan kuno.

Pada ahirnya karangan-karangan tersebut di kumpulkan menjadi satu buku induk tempat menyimpan pengetahuan penting yang disebut dengan primbon.primbon berasal dari kata bahasa jawa bon( mbon atau mpon) yang berarti induk,lalu kata tersebut mendapat awalan pri atau peri yang berfungsi meluaskan kata dasar.

Jadi,buku primbon dapat di artikan sebagai induk dari kumpilan-kumpulan catatan pemikiran orang jawa.catatan-catatan yang memuat pengetahuan penting itu lalu di kumpulkan mejadi sebuah buku primbon yang menjadi sumber rujukan orang-orang jawa sejak zaman dahulu.untuk panduan menjalani kehidupan sehari-hari. Primbon menjadi buku induk yang selalu menjadi pusat pencarian pengetahuan-pengetahuan kuno dan di anggap penting untuk di ketahui oleh anak cucu.

Menurut Ilmu kedokteran umum.

Secara medis, kedutan (fasciculations) didefinisikan sebagai kontraksi spontan sekelompok serabut otot yang dipersarafi satu motor unit. Otot dalam pengertian awam sering dipahami sebagai daging. Sedangkan motor unit terdiri atas serabut-serabut otot yang dilengkapi dengan saraf motorik. Kedutan terlihat sebagai desiran-desiran gerak otot di bawah kulit. Kelelahan, flu, penggunaan obat-obatan, dan gangguan metabolik dapat memunculkan gerakan-gerakan serupa. Bentuk lain desiran-desiran otot ini adalah familial dan berhubungan dengan myopati (kelainan pada otot) tipe nonspesifik. Jadi kedutan adalah manifestasi dari berbagai faktor penyebab. Benign fasciculations, atau kedutan yang jinak, adalah keadaan umum yang ditemukan pada orang-orang normal. Kedutan ini tidak membahayakan, jika tidak diikuti kelemahan dan atrofi otot.

Kelemahan otot ditunjukkan dengan berkurangnya kemampuan otot dalam melawan tahanan. Sedangkan atrofi adalah berkurangnya massa otot daerah tertentu (bisa diketahui dengan pengukuran atau membandingkannya dengan sisi tubuh berlawanan yang simetris). Gerakan kedut berulang pada kelopak mata dan otot-otot jempol sering dialami orang-orang normal. Kedutan di kelopak mata sering dialami pada keadaan kelelahan, terlalu banyak mengkonsumsi kafein, dan ketegangan mata (misalnya terlalu lama membaca). Gerakan-gerakan berkas otot saat istirahat, bila cukup jelas dan diserta kelemahan otot serta atrofi, biasanya merupakan tanda penyakit motor neuron. Misalnya amyotrophic lateral sclerosis (ALS), progressive muscular atrophy, atau progressive bulbar palsy.Tetapi dapat pula dijumpai pada penyakit lain yang melibatkan substansia grisea medula spinalis (seperti syringomyelia atau tumor), kerusakan pada kornu anterior atau radiks spinalis (akibat penekanan karena hernia nukleus pulposus) dan neuropati saraf perifer.

Pada keadaan jepitan akar saraf di tulang belakang, kedutan hanya terjadi pada distribusi otot yang terjepit akar sarafnya. Kedutan yang terjadi saat otot berkontraksi, sebagai kebalikan dari kedutan saat istirahat, menunjukkan iritabilitas otot yang dipertinggi. Hal ini dapat terjadi pada berbagai sebab yang sulit dibedakan, atau sebagai gejala sisa denervasi (berkurangnya pengelolaan saraf) yang menyebabkan beberapa motor unit otot mengalami kelemahan. Sehingga saat otot berkontraksi, beberapa berkas tak dapat kontraksi bersamaan yang memunculkan manifestasi kedut. Untuk mengetahui penyebab kedutan bisa digunakan alat bantu diagnostik bernama elektro myografi (EMG). Alat ini bisa mendeteksi fibrilasi, yaitu adanya aktivitas abnormal serabut otot tunggal yang yang tidak mungkin dilihat dengan mata telanjang.

Pada saat beberapa serabut tunggal berkontraksi bersama-sama dalam sekelompok berkas otot, muncullah kedutan yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Jadi, jauh sebelum muncul kedutan, alat ini sudah dapat mendeteksi aktivitas abnormal sebuah serabut otot. Jika dilengkapi dengan perhitungan kecepatan hantaran saraf, EMG dapat menduga lokasi saraf yang mengalami kelainan. Jadi cara kerja alat ini bisa dikatakan mirip AVO meter / multitester yang digunakan tukang listrik untuk mencari lokasi putusnya kabel listrik. Untuk menegakkan diagnosis pasti penyebabnya, diperlukan penunjang diagnostik lain yang disesuaikan dengan hasil analisa dan pemeriksaan fisik dari dokter saraf.

Menurut Alqur’an, hadist, dan pandangan dari para ulama

Bagi umat Islam harus hati-hati agar tidak mempercayai kedutan. Baik dan buruk apa yang hendak menimpa kita, kembalikan kepada Allah dengan istiqomah bertawakal, jangan terjebak kepercayaan yang sesat. Sebagaimana firmanNya : “Dan hanya kepada ALLAH hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (QS. Al-Maa’idah: 23)

Mungkin anda pernah mengalami kedutan, yakni adanya getaran cepat pada bagian tubuh tertentu. Datangnya tiba-tiba, dan tidak dapat dikendalikan gerakannya. Mungkin dari sinilah kemudian orang membuat tafsiran yang bermacam-macam tentang kedutan. Untuk setiap anggota badan yang kedutan memiliki tafsiran yang berbeda. Bagi orang yang mempercayai kebenaran bahwa kedutan membawa tanda-tanda tertentu, maka dia akan berharap-harap mendapat kebaikan apabila kedutan tersebut pada bagian-bagian yang dianggap membawa kebaikan. Dan bila kedutan tersebut memberi tanda keburukan, maka hatinya akan cemas memikirkan keburukan yang akan menimpanya tersebut. Hal ini membawa kita mendefinisikan kedutan itu memiliki kesamaan dengan firasat.

Kalangan ulama tidak mengingkari adanya firasat yang dimiliki oleh orang mukmin, apalagi ada hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang berbunyi, “Hati-hatilah dengan firasatnya orang mukmin, karena dia melihat dengan cahaya ALLAH.” (HR. Tirmidzi, Gharib).

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah termasuk ulama yang menguatkan adanya firasat bagi orang mukmin, seperti terlihat dalam karya-karya beliau. Di antara yang beliau katakan adalah, “Barangsiapa yang menjaga dhahirnya dengan mengikuti sunnah, menjaga hatinya dengan muraqabah, menjaga matanya dari yang haram dan mencegah nafsunya dari syubhat dan makan (hanya) dari yang halal, niscaya firasatnya tidak salah.” Hanya saja, hakikat dan bagaimana terjadinya firasat sangatlah berbeda dengan apa yang dipahami oleh orang-orang yang mempercayai hubungan kedutan dengan peristiwa yang akan terjadi.

Al-Hafizh Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwazhi bi Syarh Jami’ Tirmidzi, ketika menjelaskan hadits di atas menyatakan: firasat bisa memiliki dua pengertian, seerti yang terlihat pada dhahir hadits, yakni ALLAH menyusupkan firasat itu di hati para wali-NYA, sehingga mereka mengetahui kondisi seseorang sebagai bagian dari karomah, atau memiliki ketepatan wawasan, dugaan dan kemantapan. Makna kedua, dia mendapatkan (firasat) itu berdasarkan pengalaman, keadaan, ata perilaku kebiasaan yang dengannya bisa diketahui kondisi manusia. Para ulama tidak menyebutkan bahwa firasat itu hadir dengan adanya sinyal dari gerakan tubuh tertentu (kedutan), arah angin tertentu atau suara burung tertentu. Bahkan mengaitkan kedutan dengan peristiwa tertentu lebih layak dikatakan tathayyur yang merupakan kesyirikan.

Secara bahasa kata tathayyur berasal darikata thair yang bermakna burung, yakni meramal kejadian berdasar suara burung. Namun pengertian tersebut secara istilah juga mencakup seluruh keyakinan yang mengaitkan peristiwa tertentu dengan tanda tertentu yang secara ilmiah dan syar’i tidak ada kaitannya, lalu hal itu dijadikan acuan untuk melangkah atau mengurungkan suatu perbuatan. Perbuatan ini termasuk syirik. Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Amru, “Barangsiapa yang mengurungkan hajatnya karena tathayyur, maka dia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad).

Hasil otak-atik orang yang mengaitkan kedutan dengan peristiwa tertentu bisa pula dikatakan khurafat. Karena makna khurafatI berasal dari kata kharaf yang bermakna pikiran yang bingung. Sedangkan secara istilah ada yang mengartikan sebagai dongeng, isu tau rumor yang tidak ada bukti kebenarannya.Terdapat pula riwayat yang menyebutkan asal-usul khurafat. Aisyah berkata, “Suatu hari Rasulullah SAW bercerita di hadapan para istrinya, lalu salah seorang di antara mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, cerita itu hanyalah khurafat!’ Nabi bertanya, ‘Tahukah kalian apakah khurafat itu? Ada seorang laki-laki dari Udzrah yang ditawan oleh jin pada masa jahiliyah dahulu, lalu orang itu tinggal bersama jin selama berbulan-bulan. Setelah itu dia dikembalikan ke alam manusia, lalu dia bercerita kepada orang-orang tentang peristiwa ajaib yang dialaminya,kemudian orang-orang berkata: ‘Itu cerita khurafat.’’’(HR. Ahmad) Khurafat bisa juga bermakna suatu keyakinan yang dihasilkan dari rekaan, khayalan, atau otak-atik orang yang mengaitkan kejadian satu dengan yang lain tanpa dasar ilmiah dan syar’iyah. Istilah lain yang mungkin dekat dengan khurafat adlah mitos.

Kedutaan bukan merupakan tanda apa-apa. Apalagi sebab terjadinya bisa dijelaskan secara medis. Kedutan pada kelopak mata misalnya, itu bisa saja terjadi akibat gangguan syaraf pada kelopak mata sehingga otot pada pada kelopak mata berkontraksi secara ritmis, tak ada hubungannya dengan peristiwa yang dialami. Walaupun terkadang setelah dia kedutan misal di tangan kemudian setelah itu dia menerima duit. Kejadian tersebut hanya kebetulan belaka, yang tidak ada hubungan sama sekali. Bisa jadi dia menerima uang tersebut karena sebelumnya dia bekerja dan mendapat upah, maka pekerjaannya itulah yang menyebabkan dia mendapatkan uang, bukan karena kedutan di tangan. ALLAH telah memperingatkan untuk tidak menduga-duga suatu perkara ghaib, “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.” (QS. Yunus: 36)

KESIMPULAN

Mungkin sekarang Anda telah paham, kapan saatnya membuka primbon mengenai makna kedutan, atau harus ke dokter saraf untuk mengetahui penyebab kedutan yang lebih serius. Sebab kedutan bisa juga menunjukkan tanda adanya masalah di saraf-saraf Anda.

“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.” (QS. Yunus: 36).

Maka hendaklah kita memahami dengan baik Sebagaimana firmanNya :

“Dan hanya kepada ALLAH hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (QS. Al-Maa’idah: 23).

Baik dan buruk apa yang hendak menimpa kita, kembalikan kepada Allah dengan istiqomah bertawakal, jangan terjebak kepercayaan yang sesat.

DAFTAR PUSTAKA

Ust. Maftuh Ahnan dan Ust. Asyhari M.A., Risalah Mujarrobat Qubro, Terbit Terang, Surabaya,1997.

Muhammad Fuad Abdul Baqi, Al Lu’lu Wal Marjan Jilid 2, PT. Bina Ilmu, Surabaya,2006.

Suara Merdeka, Dokter Dwi Pudjonarko ’’Onang’’ MKes SpS, spesialis saraf, dosen di Bag/SMF Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Undip / RSUP Dr Kariadi Semarang.

http://al-firqotunnajiyyah.blogspot.com/2008/06/kedutan-benarkah-sebagai-firasat.html

http://www.duniaklenik.com/2014/04/makna-dan-arti-kedutan-menurut-primbon.html

http://www.primbonjawa.net/2012/12/asal-usul-primbon-jawa.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Januari 2015 in Tak Berkategori

 

Berlama – lama di Kamar Mandi

NAMA : IIS RISKA RISMALA

NPM : 1441170501015

JUDUL : BERLAMA – LAMA DI KAMAR MANDI

LATAR BELAKANG

Masih ingat dengan lafal doa masuk kamar mandi yang pernah diajarkan di TPA waktu kecil dulu? Tahukah bahwa doa masuk kamar mandi itu memiliki arti jangan lama-lama berada di kamar mandi? Masih ingat? Mari kita dibaca kembali. Doanya di bawah ini,

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Allaahumma Innii A’udzu Bika Minal Khubutsi wal Khabaaitsi

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan.

Atau:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Bismillaahi Allaahumma Innii A’udzu Bika Minal Khubutsi wal Khabaaitsi

Artinya: Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan.

Sama sekali tidak bohong. Kenapa para ulama tidak menyarankan kita berlama-lama di kamar mandi adalah karena kamar mandi adalah basecamp-nya syetan. Karena WC dan semisalnya merupakan tempat kotor yang dihuni oleh syetan maka sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar ia tidak ditimpa oleh kejelekan makhluk tersebut. (Asy Syarhul Mumti‘, 1/83). Tempat kotor, tempat membuang kotoran, tempat itulah tempat berkumpulnya setan.

PEMBAHASAN

“Penghalang pandangan jin terhadap aurat manusia adalah apabila dia masuk ke kamar kecil ia mengucapkan Bismillah.” (HR. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syekh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ al-Shaghir no. 3611)

Yang mengherankan zaman sekarang adalah kini manusia senang sekali menghias dan mempercantik kamar mandi mereka. Membuat kamar mandi sangat luas, nyaman, bahkan ada yang dilengkapi televisi dan hiburan-hiburan lain, dan akhirnya berlama-lamalah di kamar mandi. Hal yang sia-sia.

Lalu kapan doa ini kita dzikirkan dan bagaimana caranya? Dibaca sebelum masuk kamar mandi atau setelah di dalamkah? Dibaca dalam hati atau dilafalkan hingga terdengar?

Rasulullah membacanya sebelum masuk kamar mandi,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila masuk ke kamar kecil berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan.” (Muttafaq ‘alaih)

Doa ketika akan masuk ke kamar kecil dibaca dengan keras (sampai terdengar suaranya oleh orang lain). Hal ini didasarkan pada dzahir hadits Anas bin Malik di atas. (Fiqih Sunnah, bab Qadlaul Haajah: 1/33). Imam al Shan’ani berkata: dan dzahir hadits Anas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengeraskan dzikir ini, maka bagusnya membacanya dengan keras.” (Subulus Salam: 1/222)

Dan hendaknya tidak menyebut nama Allah setelah masuk di dalamnya, tapi harus diam dari menyebut nama Allah ketika sudah masuk.

Sementara apabila di tempat yang terbuka yang tidak dikhususkan untuk buang hajat, seperti padang pasir dan hutan, maka doa ini dibaca tatkala hendak ditunaikannya hajat seperti ketika seseorang menyingkap pakaiannya.

(Syarh Shahih Muslim: 2/92. Subul al Salam: 1/222 dari Maktabah Syamilah).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT seperti halnya Allah SWT memberikan tempat tinggal anak-anak Adam berada di bumi.

‘‘Ya Allah, adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,’’ kata iblis.

Allah SWT berfirman; ‘‘Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban),’’ (HR. Bukhari).
Dari situlah kemudian iblis pun menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa kamar mandi, jamban atau WC.

Nah, hal ini yang menjadi dasar para ulama mengatakan bahwa jika seseorang lupa membaca doa ini maka ia membacanya dalam hati. (Fathul Bari, 1/307).

Tapi bukan berarti tidak lama-lama di kamar mandi sehingga mandi jadi tidak bersih. Namun, sebaiknya di dalam kamar mandi tidak perlu lah plus konser solo sambil joget-joget. Mengatakan kamar mandi sebagai kamar-berekspresi-semau-guwe yang akhirnya malah bertapa disana, mencari inspirasi, dan menunggu wangsit turun…

Menyikapi Mitos Berlama – lama Di Kamar Mandi

Seperti yang sudah disebutkan bahwa pecinta kumpulan misteri sebaiknya pandai mengambil sikap mengenai sejumlah pamali yang diyakini di masyarakat. anda mungkin ada yang tidak percaya, tetapi hal ini tidak berarti anda dibenarkan untuk tidak menghormati mereka yang percaya. Demikian pula sebaliknya. Adapun bagi yang percaya dengan pamali berlama-lama di kamar mandi dapat menyebabkan cepat tua hendaknya memberi penjelasan secara jelas mengapa hal tersebut menjadi pamali tanpa memaksa pihak lain untuk menjadi percaya. Di sisi lain yang tidak percaya tetap menghormati sembari mencari sisi positifnya.

KESIMPULAN

para ulama tidak menyarankan kita berlama-lama di kamar mandi adalah karena kamar mandi adalah basecamp-nya syetan. Karena WC dan semisalnya merupakan tempat kotor yang dihuni oleh syetan maka sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar ia tidak ditimpa oleh kejelekan makhluk tersebut. (Asy Syarhul Mumti‘, 1/83). Tempat kotor, tempat membuang kotoran, tempat itulah tempat berkumpulnya setan. Mitos berlama – lama di kamar mandi dapat menyebabka cepat tua.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Desember 2014 in Tak Berkategori

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.